Syarat Menjadi Murid Tuhan

Syarat Menjadi Murid Tuhan

Jadwal pembacaan Alkitab : Hakim-hakim 9– 10:5 dan Lukas 14

Lukas 14:26 “Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapaknya, ibunya, istrinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.”

Lukas 14:25-33 menyinggung tentang kemutlakan orang yang mengikuti Tuhan. Kita harus mutlak ikut Tuhan. Meskipun Alkitab mengajar kita untuk mencintai sesama manusia; tetapi dalam Lukas 14:26 Tuhan Yesus sendiri berkata, “Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapaknya, ibunya, istrinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.” Dalam ayat 26 sampai 33 Tuhan menyingkapkan harga yang harus dibayar untuk mengikuti Dia kepada orang banyak yang berduyun-duyun mengikuti-Nya. Menerima keselamatan adalah beroleh selamat (13:23). Ini menuntut kita melepaskan segalanya, bahkan nyawa (jiwa) kita, dan memikul salib kita (ay. 27, 33).

Kalau seseorang tidak mutlak, tidak akan dapat mengikuti Tuhan dengan tepat. Ayah, ibu, istri, anak-anak, saudara laki-laki atau perempuan kita, bahkan nyawa diri kita sendiri adalah yang nomor dua, hanya Tuhanlah yang nomor satu, dan kita harus dengan mutlak mengikuti Tuhan. Yang dimaksud Tuhan karena Dia kita membenci sanak keluarga kita, bukan berarti benar-benar benci, melainkan benci dalam kasih.

Menurut perkataan-Nya dalam ayat 26, kita perlu membenci apa saja atau siapa saja yang hendak menggagalkan kita atau mengalihkan perhatian kita dari kenikmatan yang tepat terhadap Kristus. Tuhan tidak bermaksud mengajar kita untuk mmbenci siapa pun. Sebaliknya, mengajar kita untuk membenci kegagalan-kegagalan dan hal-hal yang mengganggu dan mengalihkan perhatian, membenci apa saja yang akan mengalihkan perhatian kita dari kenikmatan terhadap Kristus.

Doa: “Ya Allah Bapa kami, terima kasih atas firman-Mu. Jadikan kami orang yang mutlak dalam mengikuti Tuhan, rela menanggalkan kasih alamiah kami agar Kristus menjadi yang terutama dalam hidup kami.Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!”

Image Courtesy Google

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Leave a reply