Darah dan air

Darah dan air

Jadwal pembacaan Alkitab : 1Raja – raja  22 dan Yohanes  19:17-42

Yohanes 19:34 , “tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.”

 

Yohanes 19:34 memberi tahu kita bahwa dari lambung Tuhan yang ditusuk telah mengalir keluar dua macam cairan: darah dan air. Darah adalah untuk membasuh dosadosa kita untuk penebusan dan air adalah untuk menyalurkan hayat ilahi ke dalam kita sebagai pembagian hidup. Kita perlu memuji Tuhan untuk darah dan air ini. Semua hal negatif telah dibereskan dan Allah telah didispensikan ke dalam kita sebagai hayat kekal. Darah dilambangkan dengan darah Anak Domba Paskah (Kel. 12:7,22; Why. 12:11), dan air dilambangkan dengan air yang mengalir keluar dari gunung batu yang terbelah (Kel. 17:6; 1 Kor. 10:4). Darah itu menjadi suatu sumber untuk membasuh dosa (Za. 13:1), dan air itu menjadi sumber hidup (Mzm. 36:10; Why. 21:6). Berdasarkan darah pembasuhan, sekarang kita dapat menikmati hidup kekal sebagai air hidup. Terima kasih pada Tuhan untuk kematian-Nya yang almuhit dan menakjubkan.

Dalam Perjanjian Lama, dari batu karang yang terpukul, air hidup mengalir untuk meleraikan dahaga umat Israel (Kel. 17:6). Tuhan adalah batu karang yang dipukul di atas salib. Dia hancur sedemikian rupa sehingga kuasa ilahi-Nya dapat mengalir keluar dari-Nya sebagai air hidup. Tidak hanya air yang keluar dari-Nya, melainkan juga darah, lambang penebusan. Sebelum kita dapat menerima Tuhan sebagai air kehidupan yang hidup, pertama-tama kita harus dibersihkan. Jadi darah disebut sebagai hal yang pertama dan air sebagai yang kedua. Setelah kita dibersihkan demi darah, lalu kita dapat menerima Tuhan sebagai Sang hidup. Kalau darah membentuk sebuah pancaran untuk mencuci, air menjadi sebuah pancaran untuk diminum. Darah itu untuk membeli gereja, sedangkan air melambangkan hidup kekal, untuk menghasilkan gereja.

 

Doa: “Ya Bapa, terima kasih atas firman-Mu.  Terima kasih atas darah yang menebus kami, juga air hidup yang mengalir di dalam kami. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!”

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone
Datang ke Sumber Air Hidup

Datang ke Sumber Air Hidup

Jadwal pembacaan Alkitab : 2 Samuel 19:9 – 20:10 dan Yohanes 7: 25-52

Yohanes 7:37 “Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: “Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!”

Menjelang orang-orang bubar pada hari terakhir perayaan Pondok Daun, Tuhan berdiri dan berseru, “Siapa saja yang haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!” (7:37). Sekalipun perayaan itu telah berlangsung selama tujuh hari, ternyata orang-orang belumlah dipuaskan. Barang yang mereka nikmati selama tujuh hari tidaklah mampu meleraikan dahaga mereka.

Ada seorang wanita muda yang hidup dalam keluarga yang sangat kaya dan mewah, yang senantiasa dan terus menerus mencari kenikmatan. Pada suatu hari, ia menghadiri pesta dansa dengan orang-orang lapisan paling atas di Inggris. Ia sangat merasa nikmat dalam saat yang menarik itu. Usai pesta, ia pulang ke rumah, ia merasa haus sekali. Ia melontarkan semua pakaian dan sepatu dansanya, sambil menjerit: “Apa gunanya barang-barang ini bagiku!” Setelah bersenang-senang dalam segala kenikmatan, ia tetap merasa amat dahaga. Kemudian suatu suara berbisik di dalam batinnya: “Engkau harus berdoa kepada Allah.” Namun ia menjawab sendiri: “Aku tak percaya kalau Allah itu ada; bagaimana aku bisa berdoa kepada-Nya?” Tetapi suara itu terus berbisik, “Cobalah mengatakan sesuatu kepada Allah. Katakan saja: Ya Allah, kalau memang ada Allah, puaskanlah daku.” Akhirnya, ia berdoa demikian. Hari berikutnya seluruh hidupnya telah berubah. Ia merasa puas. Dahaganya telah dileraikan oleh air hidup yang Tuhan karuniakan. Demikian pulalah pengalaman kita. Walau kita sedang menikmati hari-hari yang indah, namun akhirnya pasti tiba hari terakhir, di mana semua kenikmatan kita berlalu, kita akan merasa dahaga. Ingatlah hanya Tuhan Yesus sendiri yang semata-mata dapat mengaruniakan air hidup pelerai dahaga kita.

Doa: “Ya Bapa kami,terima kasih atas firman-Mu. Puaskanlah diri kami, Bapa dengan diri-Mu sendiri agar rasa haus dan dahaga kami dapat sirna. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!”

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone
Air Hidup

Air Hidup

Jadwal pembacaan Alkitab : 2 Samuel 5 – 7 dan Lukas 4:1 – 26

Yohanes 4 : 14b  “…Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.”

 

Harta benda, kesenangan dunia bukan hanya tidak bisa meleraikan haus, bahkan menambah rasa haus. Semakin orang mendapatkan harta benda, semakin menikmati kemewahan dunia, ia semakin haus, semakin bernafsu mencarinya. Karena itu Tuhan Yesus berkata, “Siapa saja yang minum air ini, ia akan haus lagi.” Seseorang setelah mendapat keuntungan Rp 10.000,- ingin mendapatkan keuntungan Rp 100.000,-. Setelah itu ingin Rp 1.000.000,- dan seterusnya, tidak ada puasnya. Sudah punya satu istri, ingin mencari istri atau selir lagi. Yang sudah ada kedudukan ingin mencapai kedudukan yang lebih tinggi lagi, begitulah seterusnya tidak pernah puas, terus merasa haus, sampai kematian tiba. Segala benda dan kesenangan dunia ini hanya menambah rasa haus manusia saja, tidak dapat melenyapkan rasa haus itu. Malahan semua harta benda dan hiburan dunia kalau salah pemakaiannya, salah mengusahakannya, akan menjadi racun yang mencelakakan manusia. Bukan hanya kehidupan di dunia yang fana ini berantakan, tetapi juga akhirnya jiwanya akan musnah, menderita sengsara di neraka selama-lamanya.

Air yang diberikan oleh Kristus adalah kehidupan-Nya, yakni kehidupan Allah. Allah menaruh kehidupan-Nya ke dalam Kristus sebagai air hidup yang diberikan kepada manusia. Allah mengutus Kristus datang dengan maksud agar manusia mendapatkan air hidup ini. Kristus terbelah di atas salib tidak lain mempunyai tujuan membebaskan air hidup ini. Begitu masuk ke dalam diri manusia, air hidup ini segera membuat manusia puas, tidak haus lagi, karena di dalam manusia sekarang ada mata air kehidupan yang memancar terus-menerus sampai kepada hidup yang kekal.

Doa:” Ya Allah Bapa kami. Jaga kami agar tidak tergoda oleh tipuan Iblis yang menggiurkan namun menyesatkan; sebaliknya terus menikmati Kristus sebagai kepuasan sejati kami. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!”

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone
Posted in Devotions

Air Hidup

Jadwal pembacaan Alkitab : 2 Samuel 5 – 7 dan Lukas 4:1 – 26

Yohanes 4:14b  “…Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.”

Harta benda, kesenangan dunia bukan hanya tidak bisa meleraikan haus, bahkan menambah rasa haus. Semakin orang mendapatkan harta benda, semakin menikmati kemewahan dunia, ia semakin haus, semakin bernafsu mencarinya. Karena itu Tuhan Yesus berkata, “Siapa saja yang minum air ini, ia akan haus lagi.” Seseorang setelah mendapat keuntungan Rp 10.000,- ingin mendapatkan keuntungan Rp 100.000,-. Setelah itu ingin Rp 1.000.000,- dan seterusnya, tidak ada puasnya. Sudah punya satu istri, ingin mencari istri atau selir lagi. Yang sudah ada kedudukan ingin mencapai kedudukan yang lebih tinggi lagi, begitulah seterusnya tidak pernah puas, terus merasa haus, sampai kematian tiba. Segala benda dan kesenangan dunia ini hanya menambah rasa haus manusia saja, tidak dapat melenyapkan rasa haus itu. Malahan semua harta benda dan hiburan dunia kalau salah pemakaiannya, salah mengusahakannya, akan menjadi racun yang mencelakakan manusia. Bukan hanya kehidupan di dunia yang fana ini berantakan, tetapi juga akhirnya jiwanya akan musnah, menderita sengsara di neraka selama-lamanya.

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone