Anak – anak Allah

Jadwal pembacaan Alkitab : Yehezkiel 42 – 43:27 dan 1 Yohanes 3:1-10.

 

1 Yohanes 3:2 ,Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia.”

Kita bukanlah anak-anak angkat Allah. Sebaliknya, kita adalah anak-anak yang dilahirkan dengan kehidupan Allah. Yohanes 1:12 mengatakan, “Namun semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah.” Orang-orang ini tidak dilahirkan dari darah, juga bukan karena keinginan daging, juga bukan karena keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. Kalau Allah menentukan kita untuk mendapatkan hak keputraan, berarti Ia memperanakkan kita dan menyalurkan kehidupan-Nya ke dalam kita. Sebab itu, Allah bukan hanya telah menaruh sifat-Nya ke dalam kita untuk membuat kita kudus, tetapi juga telah memberikan kehidupan-Nya ke dalam kita untuk membuat kita menjadi anak-anak-Nya.

Jika kehidupan Bapa tidak masuk ke dalam kita, bagaimana mungkin kita dapat menjadi anak-anak-Nya? Ini tidak mungkin. Keputraan memerlukan kehidupan Bapa. Kita bukan anak-anak menantu Allah atau anak-anak angkat-Nya, kita adalah anak-anak dalam kehidupan dan sifat Allah. Kita telah dilahirkan oleh Allah; dan karena Allah telah dilahirkan ke dalam kita, sekarang kita memiliki Allah di dalam kita. Satu-satunya cara agar kita dapat menjadi anak-anak Allah adalah dengan penyaluran diri-Nya ke dalam kita.

Andaikata Anda adalah anak presiden Amerika Serikat tidakkah Anda mempunyai perasaan bangga yang istimewa? Tidakkah Anda merasa mulia dan ingin membanggakan fakta tersebut? Tetapi, kita memiliki jenis keputraan yang lebih agung. Kita adalah anak-anak Allah yang memiliki kehidupan dan sifat ilahi! Dahulu kita adalah orang-orang yang berdosa, tetapi sekarang kita adalah anak-anak Allah. Alangkah mulianya, kita adalah anak-anak ilahi Allah!

 

Doa: “Ya Bapa, terima kasih karena hari ini kami adalah anak-anak Allah. Tadinya kami adalah orang berdosa, namun kini kami boleh menjadi anak-anak-Mu, memiliki kehidupan dan sifat-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!“

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone
Posted in Devotions

Anak-Anak Allah

Salam damai sejahtera pendengar yang terkasih dalam Tuhan Yesus, program Makanan Rohani Eph219 ingin mendorong setiap kaum beriman untuk membaca Alkitab setahun sekali dan menyampaikan makanan rohani kepada seluruh anggota keluarga Allah.

Jadwal pembacaan Alkitab : Yeh. 42 – 43:27 dan 1 Yoh. 3:1-10.

Fokus renungan kita : “ANAK-ANAK ALLAH”

Firman Tuhan dalam 1 Yoh. 3:2 berkata,Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia.”

Kita bukanlah anak-anak angkat Allah. Sebaliknya, kita adalah anak-anak yang dilahirkan dengan kehidupan Allah. Yohanes 1:12 mengatakan, “Namun semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah.” Orang-orang ini tidak dilahirkan dari darah, juga bukan karena keinginan daging, juga bukan karena keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. Kalau Allah menentukan kita untuk mendapatkan hak keputraan, berarti Ia memperanakkan kita dan menyalurkan kehidupan-Nya ke dalam kita. Sebab itu, Allah bukan hanya telah menaruh sifat-Nya ke dalam kita untuk membuat kita kudus, tetapi juga telah memberikan kehidupan-Nya ke dalam kita untuk membuat kita menjadi anak-anak-Nya.

Jika kehidupan Bapa tidak masuk ke dalam kita, bagaimana mungkin kita dapat menjadi anak-anak-Nya? Ini tidak mungkin. Keputraan memerlukan kehidupan Bapa. Kita bukan anak-anak menantu Allah atau anak-anak angkat-Nya, kita adalah anak-anak dalam kehidupan dan sifat Allah. Kita telah dilahirkan oleh Allah; dan karena Allah telah dilahirkan ke dalam kita, sekarang kita memiliki Allah di dalam kita. Satu-satunya cara agar kita dapat menjadi anak-anak Allah adalah dengan penyaluran diri-Nya ke dalam kita.

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone