Sehati sepikir

Sehati sepikir

Jadwal pembacaan Alkitab : 2 Raja – raja 4:26 –  6:13 dan Kisah para rasul 1:1-14

Kisah para rasul 1:14 “Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus”

Dalam kitab Kisah Para Rasul seratus dua puluh orang berdoa bersama-sama dalam satu pikiran, dalam pikiran yang sama, dalam kehendak yang sama bersama tujuan yang sama di sekitar dan di dalam jiwa dan hati mereka. Kapanpun kita berdoa, kita seharusnya melatih roh kita, tetapi kita juga harus ada di dalam pikiran yang sama dan kehendak yang sama dengan tujuan yang sama di sekitar dan di dalam jiwa dan hati kita. Ini artinya seluruh diri kita dilibatkan. Setelah kenaikan Tuhan, seratus dua puluh orang menjadi orang sedemikian yang ada di dalam satu pikiran, dengan satu tujuan di sekitar jiwa dan hati mereka. Untuk mereka ada di dalam sehati sepikir artinya seluruh diri mereka adalah satu. Kita mungkin banyak doa, menuntut pengalaman dari Roh itu, dan dari Firman Tuhan mendapat banyak pengetahuan, namun jika kita kekurangan sehati sepikir, kita tidak akan melihat berkat tercurah.
Apa yang kita perlukan adalah memulihkan sehati sepikir ini. Jika kita serius untuk mengikuti pergerakan Tuhan hari ini, kita perlu sehati sepikir. Kita perlu memiliki pikiran yang sama dan kehendak yang sama untuk tujuan yang sama dengan jiwa yang sama dan hati yang sama. Surat Filipi memberitahu kita bahwa perkara ini dimulai dari roh kita (Flp. 1:27), namun kita harus menyadari bahwa kita bukan orang yang hanya memiliki roh saja. Kita juga adalah orang-orang yang memiliki pikiran, kehendak, tujuan, jiwa, dan hati. Untuk kita ada di dalam satu roh yang sama dengan satu jiwa yang sama, satu pikiran, dan satu kehendak adalah untuk memiliki sehati sepikir, yang adalah kunci untuk semua berkat dan warisan Perjanjian Baru. Jika tidak, kita hanya akan menghambat pekerjaan Tuhan di bumi hari ini.

Doa: “Ya Bapa, rahmatilah kami agar dalam pergerakan-Mu, kami bisa selalu sehati sepikir, supaya kami beroleh berkat dan tidak menghambat pekerjaan-Mu di bumi hari ini. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!“

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone
Berdoalah Tanpa Jemu

Berdoalah Tanpa Jemu

Jadwal pembacaan Alkitab : Hakim-hakim 19–20:18 dan Lukas  18:1-17

Lukas 18:7  “Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?”

Berdoa wajib dilakukan secara terus-menerus, jangan berhenti. Dalam Injil Lukas 18:1 dikatakan, ”Harus selalu berdoa tanpa jemu-jemu.” Adakalanya doa harus dilakukan terus-menerus, sampai seolah-olah membuat Tuhan repot dan tidak dapat tidak mengabulkan doa kita. Ini juga merupakan satu iman lagi. Kata Tuhan, ”Jika Anak Manusia itu datang, apakah Ia akan mendapati iman di bumi?” (Luk. 18:8). Iman di sini walaupun tidak sama dengan yang disebut di depan, tetapi tidak bertentangan. Kalau Markus mengatakan harus berdoa sampai beroleh iman, maka di sini harus selalu berdoa tanpa jemu-jemu, yaitu percaya bahwa doa kita di hadapan Allah yang tak henti-hentinya ini pada suatu hari tak dapat tidak Allah kabulkan. Beroleh janji atau tidak, tidak kuhiraukan, pokoknya aku ingin berdoa sampai Allah tidak dapat tidak mengabulkannya.

Coba Anda hitung, berapakah dari doa Anda yang Anda ulangi sampai dua kali, tiga kali, lima kali, atau sepuluh kali? Tidakkah banyak doa yang Anda sendiri lupa, kalau demikian mungkinkah Allah mau mengabulkan? Kalau Anda berdoa tanpa minat, mungkinkah Allah berminat mengabulkan doa Anda? Anda sendiri telah melupakan doa Anda itu, bagaimanakah Allah mau mengingatnya? Sebenarnya Anda sama sekali tidak berminat. Anda harus berkemauan dengan tulus murni, baru bisa mendoakannya terus. Berdoa terus-menerus itu hanya dapat kita lakukan jika kita berada dalam kondisi terdesak, atau dalam keadaan yang sangat memerlukan, dan dalam perasaan yang amat tergerak. Setelah lewat sepuluh tahun pun mungkin tak terlupakan: ”Ya Tuhan, bila Engkau tidak melakukannya, aku akan mendoakannya terus.”

Doa: “Ya Bapa,terima kasih atas firman-Mu. Berkati kamiagar tekun berdoa bagi gereja dan pekerjaan Tuhan dengan tidak jemu-jemu.Terima kasih Tuhan Yesus.  Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!”

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone
Jiwaku Memuliakan Tuhan

Jiwaku Memuliakan Tuhan

Jadwal pembacaan Alkitab : Ulangan 1-2  dan Lukas 1:24-56

Lukas 1:46 “Lalu kata Maria: Jiwaku memuliakan Tuhan”

 

Pujian puitis Maria dalam Lukas 1:46-55, mengutip banyak perkataan Perjanjian Lama. Sebelum Maria dikunjungi oleh malaikat untuk menerima firman mengenai keterkandungan Manusia-Penyelamat, ia sudah penuh dengan pengetahuan terhadap firman Allah. Banyak ayat dari Kitab Suci yang telah diserapnya. Karena itu, pada waktu yang tepat ia dapat mencurahkan apa yang ada di dalam dirinya untuk mempersembahkan pujian kepada Allah.

Memuji Tuhan adalah pelayanan yang tertinggi. Dalam mazmur, Daud mengatakan bahwa ia sendiri berdoa tiga kali sehari kepada Allah (Mzm. 55:18), ia juga mengatakan bahwa ia sendiri memuji-muji Allah tujuh kali sehari (Mzm. 119:164). Daud digerakkan Roh Kudus, ia mengakui bahwa puji-pujian adalah perkara yang amat penting. Kalau berdoa ia lakukan tiga kali sehari, tetapi memuji tujuh kali sehari.

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone
Doa Bagi Perkenan Allah

Doa Bagi Perkenan Allah

Jadwal pembacaan Alkitab : Bilangan  33:50 – 36 dan Lukas 1:1-23

Lukas 1 : 10 “Sementara itu seluruh umat berkumpul di luar dan sembahyang. Waktu itu adalah waktu pembakaran ukupan”

 

Kehidupan seorang Kristen selayaknya ialah kehidupan yang berdoa. Namun, berdoa bukanlah sekadar suatu perkara di mana manusia pergi ke hadapan Allah mengajukan permohonan atas kebutuhannya sendiri. Doa yang sedemikian adalah doa yang dangkal. Makna yang tepat dari suatu doa yang sejati pertama ialah saling kontak dan mengalir antara manusia dengan Allah. Melalui menjamah Dia, maka kita pun dapat menjamah hasrat hati-Nya. Kedua, melalui doa kita sebagai manusia dapat menghirup Allah, mendapatkan Allah dan kita pun didapatkan oleh Allah. Dengan mengenal dua butir di atas, maka barulah kita memahami bahwa doa pun juga adalah bentuk kerja sama manusia dengan Allah untuk menggenapkan kehendak-Nya.

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Latihlah Dirimu Beribadah

Jadwal pembacaan Alkitab : Yer. 4-5 dan 1 Tim. 4.

1 Tim. 4:8 “Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.”

Dalam teks Yunani dari Perjanjian Baru, kata untuk “latihan” adalah sama dengan kata dalam bahasa Inggris “gymnastics.” Pada hari-hari ketika Rasul Paulus menulis surat-surat kiriman rasul, latihan-latihan senam sedang dipraktekkan oleh orang-orang Yunani. Oleh karena itu, latar belakang sejarah kata yang digunakan oleh Paulus merupakan latihan senam secara badani. Bahkan hari ini, orang-orang sedang mempelajari terus-menerus bagaimana untuk melatih tubuh mereka untuk kesehatan fisik mereka. Namun, Rasul Paulus menggunakan kata ini untuk menekankan perlunya jenis latihan yang lain yang tidak berhubungan dengan tubuh fisik. Latihan senam (gymnastic) semacam ini berhubungan dengan perkara ibadah secara pribadi.

Mungkin beberapa saudara telah melatih atau latihan senam tiap hari bagi tubuh kita. Jadi, hal ini baik, karena Paulus telah mengatakan bahwa latihan badani terbatas gunanya. Latihan badani itu baik, tetapi hanya untuk suatu tingkat tertentu saja. Namun, Paulus menggambarkan jenis latihan senam lainnya yang baik untuk selamanya—baik untuk hari ini maupun untuk kekekalan! Dia mengatakan bahwa jenis latihan senam yang kedua ini memberikan kita keuntungan bagi hidup hari ini dan bagi hidup dalam kekekalan. Oleh karena itu, kita seharusnya lebih memperhatikan latihan senam (gymnastic) yang lain ini, latihan roh kita.

Kita harus mengetahui bagaimana melatih roh kita untuk berkontak dengan Tuhan. Untuk melatih roh kita, kita harus menjaga hati nurani kita melalui menerapkan pembasuhan darah. Jalan untuk melatih roh kita adalah melalui berdoa. berseru kepada nama Tuhan terus-menerus, dan menerima perawatan dari firman melalui doa-baca. Lalu di dalam ibadah-ibadah gereja, kita perlu melatih roh kita dengan berdoa, memuji, atau berbicara bagi Tuhan.

Doa: “Ya Bapa, mohon belas kasihan-Mu membawa kami menjadi orang yang giat melatih diri beribadah. Ajarilah kami bagaimana melatih roh kami untuk berkontak dengan-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!”

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone