Berjaga – jagalah

Jadwal pembacaan Alkitab : Yesaya 50 – 52:12 dan 1 Tesalonika 5

 

1 Tesalonika 5:6 , “Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar.”   

 

 Roma 13:11 mengatakan, “Sekarang adalah saatnya bagi kamu untuk bangun dari tidur.” Dan lagi, dalam I Tesalonika 5:6 dan 7 Paulus mengatakan, “Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar. Sebab mereka yang tidur, tidur waktu malam.” Seperti Paulus mengatakan dalam pasal yang sama, kita adalah “anak-anak terang, dan anak-anak siang; kita bukan anak-anak malam atau anak kegelapan” (ayat 5). Jika kita tidak berjaga-jaga secara rohani, berarti kita menukar siang dengan malam; tetapi jika kita berjaga-jaga dan waspada sekalipun malam akan berganti siang.

Sebenarnya, berperang ialah berjaga-jaga. Hanya orang yang sedang berperang itulah yang benar-benar berjaga-jaga. Semakin kita berperang, kita makin berjaga-jaga. Asalkan Anda berperang, Anda tidak perlu mencoba berjaga-jaga, karena Anda akan dengan sendirinya berjaga-jaga. Kadang-kadang angkatan perang tidak tidur beberapa hari berturut-turut. Ini menggambarkan fakta bahwa berperang ialah berjaga-jaga. Kehidupan orang Kristen, kehidupan yang kudus bagi hidup gereja adalah suatu kehidupan peperangan. Kita berada di medan perang dan kita perlu berjaga-jaga, berhati-berhati, dan siaga.

Saat membicarakan pengharapan tentang kedatangan Tuhan, kita perlu memperhatikan diri kita sendiri dan bertanya apakah kita berjaga-jaga atau tertidur, waspada atau mabuk. Ada stiker yang ditempelkan pada bemper, menyinggung kedatangan Tuhan, menunjukkan bahwa orang Kristen banyak yang mabuk dan mati rasa. Tidak ada sikap berjaga-jaga dan berwaspada terhadap kedatangan Tuhan. Apakah kita berperang demi kepentingan Tuhan? Apakah kita berjaga-jaga? Apakah kita waspada dan sadar terhadap situasi kita? Kita perlu bertanya kepada diri sendiri tentang hal-hal ini.

Doa: “Ya Bapa, rahmatilah diri kami agar waspada dan sadar menjelang kedatangan-Mu. Bawalah kami selalu berjaga-jaga dan berperang demi kepentingan Tuhan. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!“

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone
Menebus waktu

Menebus waktu

Jadwal pembacaan Alkitab : Yesaya 1:1-3:26 dan Efesus 5:1-33.

Efesus 5:16,dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.”  

 

Menebus waktu berarti menggunakan setiap kesempatan yang baik untuk memberitakan Allah Sang Hidup. Inilah artinya hidup dalam hikmat (Ef. 5:15). Dalam zaman yang jahat ini, setiap hari adalah hari yang jahat, penuh dengan perkara-perkara yang merusak, yang membuat waktu kita digunakan dengan tidak efektif, berkurang, dan dirampas. Karena itu, kita harus hidup secara bijaksana agar kita dapat menebus waktu, memegang setiap kesempatan yang ada.

Hidup dalam hikmat berarti mengambil setiap kesempatan untuk menebus waktu. Menebus waktu di sini berkaitan dengan cara kita berbicara dengan orang lain. Sering kali kita harus mengakui kebodohan kita dalam berbicara kepada orang-orang. Dengan berbicara kepada mereka dalam cara-cara tertentu, kita sudah memboroskan waktu. Kita perlu berdoa agar Tuhan memberi kita hikmat dalam kontak kita dengan orang lain. Jika kita hidup dalam hikmat dalam bercakap-cakap dengan orang lain, kita akan menebus waktu kita. Kita semua telah kehilangan kesempatan untuk menyuplaikan hayat karena kita telah menyita waktu dalam percakapan-percakapan yang bodoh.

Cara yang terbaik untuk menebus waktu kita ialah berdoa terus-menerus, berjaga-jaga, dan hidup dalam hikmat. Jika kita melakukan hal-hal ini, kita akan memegang semua kesempatan yang baik untuk memberitakan Allah Sang Hidup. Kalau kita tidak bertekun dalam doa dan tidak berjaga-jaga, kita akan gagal dalam memegang kesempatan untuk menyuplaikan hayat. Kapan pun kita berkontak dengan orang lain tanpa menggunakan hikmat, kita akan memboroskan waktu. Pada kesempatan tertentu kita mungkin memboroskan waktu setengah jam untuk membicarakan hal-hal yang tidak membicarakan Allah Sang Hidup. Kita semua harus belajar berdoa, berjaga-jaga, dan mencari hikmat dari Tuhan agar kita dapat menebus waktu kita.

 

Doa: “Ya Bapa, ampuni untuk setiap waktu yang kami boroskan dalam percakapan-percakapan yang bodoh. Mohon rahmat-Mu menjangkau kami sehingga kami dapat menebus waktu dengan membicarakan tentang diri-Mu kepada orang-orang yang kami temui. Pimpin kami untuk dapat mencari hikmat. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!“

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone
Jangan Jatuh ke dalam Pencobaan

Jangan Jatuh ke dalam Pencobaan

Jadwal pembacaan Alkitab : 1 Samuel 11-13 dan Lukas 22:39-71

Lukas 22:46 “Kata-Nya kepada mereka: Mengapa kamu tidur? Bangunlah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan”

Inilah pesan Tuhan Yesus kepada kita. Perkataan ini memperlihatkan kepada kita pentingnya doa bagi kita. Berdoa membuat kita bisa terhindar dari jatuh ke dalam pencobaan. Hari ini kita hidup di dunia, banyak perkara yang  sering  mencobai kita. Iblis bisa melalui banyak perkara mencobai kita. Baik dalam perkara pakaian, pekerjaan, harta, pernikahan, dan lain sebagainya, ia selalu  ada  kesempatan untuk menggoda kita. Lagi pula, ia juga terus mencari kesempatan untuk menggoda.  Kalau  kita  ingin terhindar dari godaannya, kita harus berdoa, harus sering berdoa, dalam perkara apa saja harus berdoa. Baik melakukan  perkara apa saja harus berdoa. Baik dalam hal berteman, menjajaki pernikahan, memakai uang, bekerja, atau berhubungan dengan sanak saudara harus berdoa, harus baik-baik mencari kehendak Allah, bertanya kepada Allah, apakah perkara ini boleh dilakukan  atau tidak, harus bagaimana  melakukan, harus melakukan  sampai taraf apa. Dalam hal menulis surat  pun  harus berdoa dengan cara yang demikian; bertanya kepada Allah, apakah perlu menulis surat itu, bagaimana cara menulisnya. Kalau kita waspada  dan berjaga-jaga dalam setiap hal, kita pasti mendapat pimpinan Allah, terhindar dari jatuh ke dalam pencobaan Iblis.

Kapal laut sering membunyikan peluit, ketika ada kabut di samping mengeluarkan suara peringatan, juga bisa menerima pantulan  suara untuk  mengetahui harus maju ke arah mana. Hari ini  kita sedang berjalan  di laut dunia yang luas, sering menghadapi  kabut  yang membuat kita kehilangan arah. Pada saat yang demikian, kita perlu berdoa  seolah membunyikan peluit, supaya  kita terhindar  dari bahaya, dan mengetahui harus ke arah mana. Kalau tidak  demikian, kita pasti kehilangan arah dalam kabut itu masuk jalur yang salah dan menghadapi bahaya.

Doa: “Ya Bapa, terima kasih atas firman-Mu. Tuhan,pulihkan kehidupan doa kami, menjadi manusia pendoa, sehingga kami terhindar dari segala bentuk pencobaan.Terima kasih Tuhan Yesus.  Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!”

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone
Jangan Tamak

Jangan Tamak

Jadwal pembacaan Alkitab : Yosua 23-24 dan Lukas 12:1-21

Lukas 12:15 “Kata-Nya lagi kepada mereka: “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.”

 

Uang dapat memikat orang, sebab itu setiap orang mencintai uang. Tetapi sikap kaum beriman terhadap uang yang pertama ialah jangan menjadi hambanya dan jangan mengasihinya. Uang bisa memikat orang, karena uang bisa menipu orang. Kalau kita telah mengenal tipu dayanya, mengapa kita masih tertipu dan mencintainya? Kalau kita nampak kedudukannya berlawanan dengan Allah, sifatnya tidak jujur, perbuatannya menipu orang, kesudahannya sia-sia, mengapa kita masih mendambakannya, mengasihinya?

Kaum beriman terhadap harta harus berjaga-jaga, waspada terhadap segala ketamakan. Kalau ingin terhindar dari ketamakan, jangan seperti hartawan yang bodoh, hanya bersandar harta, tidak bersandar Allah. Kalau kita percaya kepada Allah yang memelihara burung-burung di udara dan menghiasi bunga bakung, yang memandang kita lebih daripada burung-burung di langit dan tumbuh-tumbuhan di padang, akan mencukupi segala keperluan hidup kita, maka kita dapat tidak khawatir akan makanan dan pakaian, dan terhindar dari ketamakan.

Terhadap uang, motivasi utama kaum beriman janganlah mencintai. Setiap orang harus mengumpulkan harta di surga, karena: pertama, di mana harta kita, di sanalah hati kita. Kalau menghendaki hati kita di surga, harus mengumpulkan harta di surga. Kedua, Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan, tidak bisa mengabdi kepada Allah dan kepada uang. Karena itu, janganlah meninggalkan harta di tangan kita, kumpulkanlah harta di surga.

Doa: “Ya Bapa, mohon Engkau menyelamatkan kami dari hati yang tamak akan harta, sebaliknya kami rindu belajar memberi dan melayani dengan harta kami untuk mengumpulkan harta di surga. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!”

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone