Rumah Perjamuan

Rumah Perjamuan

Jadwal pembacaan Alkitab : 1 Raja – raja 7 dan Yohanes 12:1-19

Yohaness 12:2  “Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus”

 

Enam hari sebelum Paskah, Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati. Di situ diadakan perjamuan dan terlihat ada Marta yang melayani, Lazarus turut makan bersama dengan Tuhan. Saat perjamuan, datang juga Maria lalu meminyaki kaki Yesus dengan minyak narwastu hingga bau semerbak minyak itu memenuhi seluruh rumah itu (Yoh.12:3). Dapat kita lihat bahwa perjamuan di Betania ini seperti ‘miniatur’ hidup gereja. Ada saudari Marta yang melayani, Maria yang mempersembahkan minyak narwastu untuk meminyaki kaki Tuhan dan Lazarus yang turut makan bersama dengan Tuhan, mempersaksikan kuasa kebangkitan Tuhan atas dirinya.

Dalam perjamuan ini, Tuhan turut makan bersama dengan mereka menunjukkan Tuhan hadir juga menikmati semua pelayanan baik Marta, Maria maupun Lazarus. Dalam hidup gereja pun demikian, ada yang melayani, ada yang memberi kesaksian, ada juga yang mempersembahkan diri. Betapa manisnya hidup gereja yang demikian! Saat berkumpul makan bersama Tuhan, semua mempersembahkan sesuatu pada Tuhan. Berarti yang Tuhan kehendaki saat semua kaum saleh berkumpul, semua datang dengan membawa suatu  persembahan baik melayani, bersaksi maupun mengasihi Tuhan melalui persembahan diri.

Secara batiniah, hidup gereja adalah hidup berpesta di hadirat Tuhan dan bersama Tuhan (Yoh. 12:2). Tuhan datang ke rumah itu dan di sanalah pula hadir Tuhan. Dalam hidup gereja, perkara pertama yang kita perlukan ialah hadirat Tuhan. Posisi kita dan keadaan kita wajiblah demikian, sehingga Tuhan bisa datang dan beserta dengan kita. Penyertaan-Nya mempunyai arti yang sangat besar terhadap hidup gereja. Hidup gereja adalah mutlak tergantung pada hadirat Tuhan. Tanpa penyertaan Tuhan, hidup gereja itu sia-sia belaka.

Doa: “Ya Bapa, syukur atas firman-Mu. Dapatkan diri kami, Bapa bisa memiliki penyertaan-Mu, sehingga di dalam hidup gereja, kami juga bisa menjadi orang yang melayani-Mu, bersaksi, dan mempersembahkan diri. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!”

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone
Bersaksi Bagi Tuhan

Bersaksi Bagi Tuhan

Jadwal pembacaan Alkitab : Yosua 5 – 7:9 dan Lukas 8:26-56

Lukas 8:39 “Pulanglah ke rumahmu dan ceriterakanlah segala sesuatu yang telah diperbuat Allah atasmu.” Orang itu pun pergi mengelilingi seluruh kota dan memberitahukan segala apa yang telah diperbuat Yesus atas dirinya.”

 

Di sini ada seorang yang dirasuk roh jahat; dalam Alkitab, boleh dikata bahwa dia adalah seorang yang paling parah dirasuk roh jahat. Orang itu dirasuk sekelompok roh jahat, ia tinggal di pekuburan, tiada seorang pun yang berdaya mengikatnya, dengan rantai besi pun tak berdaya. Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli dirinya dengan batu. Tuhan Yesus mengusir roh-roh jahat itu keluar dari dirinya, roh-roh jahat itu lalu masuk ke dalam kawanan babi yang banyak itu. Babi-babi itu terjun ke dalam danau. Setelah ia diselamatkan, Tuhan berkata kepadanya, “Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihani engkau!” (Mrk. 5:19b).

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone
Posted in Devotions

Jangan Takut Bersaksi

Jadwal pembacaan Alkitab : 2 Taw. 24-25 dan Kisah Para Rasul 18:1-22

Kisah Para Rasul 18:9 “Pada suatu malam berfirmanlah Tuhan kepada Paulus di dalam suatu penglihatan: “Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam!”

Ada orang tidak berani mengaku bahwa dirinya orang Kristen, alasannya: ia takut kepada orang. Banyak orang yang benar-benar tidak mempunyai pikiran apa-apa, mereka dengan senang hati mau berdiri dan mengaku, tetapi begitu melihat raut muka orang lain, dia tidak berani mengaku. Begitu melihat wajah ayah dan ibunya, ia merasa sukar untuk mengaku; melihat wajah teman-temannya, juga merasa sukar untuk mengaku. Banyak orang yang terbentur pada kesulitan ini, takut kepada orang, tidak berani buka mulut. Asalnya memang penakut, bukan dalam hal percaya Tuhan saja mereka kecil hati. Jika Anda meminta mereka di hadapan umum mengatakan, “Aku adalah orang yang percaya Tuhan,” itu seolah-olah meminta nyawanya, bagaimana pun ia tidak berani membuka mulut.

Bagi orang yang demikian, dengarkanlah firman Tuhan, “Takut kepada orang mendatangkan jerat” (Amsal 29:25). Ketakutan Anda itu adalah jerat Anda. Mungkin, orang yang Anda takuti itu sebenarnya justru senang mendengar pengakuan Anda; kalaupun ia tidak senang mendengarkan, ia belum tentu seperti yang Anda bayangkan begitu menakutkan. Anda takut kepada orang, mungkin orang itu juga takut kepada Anda. Sebab itu, tidak sepatutnya kita mempunyai hati yang takut kepada orang. Kita yang mengikuti Tuhan, tidak boleh menjadi orang penakut. Orang penakut, takkan bisa menjadi orang Kristen yang baik, tidak bisa melayani Tuhan. Orang Kristen harus mempunyai keberanian untuk memberitahu sanak famili dan handai taulannya, harus mempunyai keberanian di hadapan perorangan atau pun umum, mengakui Tuhan itu siapa. Sejak semula, kita harus berada di jalan ini.

Doa: “Ya Bapa, rahmati diri kami agar tidak menjadi penakut yang tidak berani mengakui Diri-Mu sebagai Tuhan kami. Mohon rahmat-Mu menunjang kami agar kami memiliki keberanian untuk bersaksi. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!”

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone