Berdoa Membawa Berkat kepada Gereja

Berdoa Membawa Berkat kepada Gereja

Karena kamu juga turut membantu mendoakan kami, supaya banyak orang mengucap syukur atas karunia yang kami peroleh berkat banyaknya doa mereka untuk kami. (2 Kor. 1:11)

Berdoa mendatangkan berkat kepada gereja. Sejarah gereja menunjukkan bahwa gereja selalu mengalami kesukaran-kesukaran berat. Iblis benci kepada gereja dan berdaya upaya dengan segala tipu muslihatnya untuk merintangi kemajuannya; sekarang dengan pengajaran palsu, lagi dengan perpecahan, lagi dengan pengrusakan di dalam kehidupan. Tetapi dengan doa dapatlah kita menerima jalan yang terang bagi segala sesuatu. Berdoa akan menghapuskan pertentangan di antara anak-anak Allah, mengurangi kesalahpahaman, menghapuskan iri hati dan kebencian, dan membasmi perkara-perkara yang tak senonoh, dan mendatangkan kepenuhan sejahtera Allah yang membangunkan. Hal ini dibuktikan berulang-ulang dalam sejarah. Pada masa yang paling gelap, bila keadaan gereja setempat atau seluruhnya rupanya tidak ada pengharapan, dan orang-orang Kristen laki-laki dan perempuan berkumpul dan berseru kepada Allah, maka datanglah jawaban.

Demikianlah di zamannya Knox dan juga di zaman Wesley dan Whitefield, demikian juga di zaman Edwards dan Brainerd, juga di zamannya Finney, demikian juga di zaman kegerakan besar tahun 1857 di Amerika dan tahun 1859 di Irlandia. Dan akan terjadi demikian juga di zaman kita! Setan telah mengatur kuasanya! Ada Kristus yang palsu mulai bermunculan. Orang-orang Kristenpun yang setia kepada alasan-alasan yang besar dari kebenaran Injil, berpandang-pandangan dengan kecurigaan, ini berasal dari Iblis! Keduniaan, kedagingan dan Iblis merayakan pesta besar-besaran. Hari ini hari yang gelap, tetapi . . . sekarang “Waktu untuk bertindak telah tiba bagi Tuhan; mereka telah merombak Taurat-Mu” (Mazmur 119: 126). Dan la sedang siap untuk bekerja, dan sekarang la sedang mendengarkan suara dari doa-doa anak-anakNya. Apakah la akan mendengar? Apakah la akan mendengar doamu? Apakah Ia akan mendengar doa gereja sebagai satu tubuh, yaitu tubuhNya sendiri? Saya yakin Dia mau!

Dikutip dari: RA Torrey, Bagaimana kita Patut Berdoa (Surabaya: Penerbit Yakin), pp. 22-23.

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone
Jangan Jatuh ke dalam Pencobaan

Jangan Jatuh ke dalam Pencobaan

Jadwal pembacaan Alkitab : 1 Samuel 11-13 dan Lukas 22:39-71

Lukas 22:46 “Kata-Nya kepada mereka: Mengapa kamu tidur? Bangunlah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan”

Inilah pesan Tuhan Yesus kepada kita. Perkataan ini memperlihatkan kepada kita pentingnya doa bagi kita. Berdoa membuat kita bisa terhindar dari jatuh ke dalam pencobaan. Hari ini kita hidup di dunia, banyak perkara yang  sering  mencobai kita. Iblis bisa melalui banyak perkara mencobai kita. Baik dalam perkara pakaian, pekerjaan, harta, pernikahan, dan lain sebagainya, ia selalu  ada  kesempatan untuk menggoda kita. Lagi pula, ia juga terus mencari kesempatan untuk menggoda.  Kalau  kita  ingin terhindar dari godaannya, kita harus berdoa, harus sering berdoa, dalam perkara apa saja harus berdoa. Baik melakukan  perkara apa saja harus berdoa. Baik dalam hal berteman, menjajaki pernikahan, memakai uang, bekerja, atau berhubungan dengan sanak saudara harus berdoa, harus baik-baik mencari kehendak Allah, bertanya kepada Allah, apakah perkara ini boleh dilakukan  atau tidak, harus bagaimana  melakukan, harus melakukan  sampai taraf apa. Dalam hal menulis surat  pun  harus berdoa dengan cara yang demikian; bertanya kepada Allah, apakah perlu menulis surat itu, bagaimana cara menulisnya. Kalau kita waspada  dan berjaga-jaga dalam setiap hal, kita pasti mendapat pimpinan Allah, terhindar dari jatuh ke dalam pencobaan Iblis.

Kapal laut sering membunyikan peluit, ketika ada kabut di samping mengeluarkan suara peringatan, juga bisa menerima pantulan  suara untuk  mengetahui harus maju ke arah mana. Hari ini  kita sedang berjalan  di laut dunia yang luas, sering menghadapi  kabut  yang membuat kita kehilangan arah. Pada saat yang demikian, kita perlu berdoa  seolah membunyikan peluit, supaya  kita terhindar  dari bahaya, dan mengetahui harus ke arah mana. Kalau tidak  demikian, kita pasti kehilangan arah dalam kabut itu masuk jalur yang salah dan menghadapi bahaya.

Doa: “Ya Bapa, terima kasih atas firman-Mu. Tuhan,pulihkan kehidupan doa kami, menjadi manusia pendoa, sehingga kami terhindar dari segala bentuk pencobaan.Terima kasih Tuhan Yesus.  Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!”

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone
Posted in Articles
Doa untuk Pertobatan Orang Lain

Doa untuk Pertobatan Orang Lain

“Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk semua orang kudus.” (Ef. 6:18)

Doa berfaedah bagi pertobatan lain orang. Di dunia ini sedikit sekali orang yang telah bertobat tanpa didoakan oleh orang lain. Dahulu saya kira, bahwa tak seorangpun yang bersangkut paut dengan pertobatanku sendiri, karena saya tidak bertobat di gereja atau di sekolah Minggu, atau karena percakapan-percakapan dengan orang lain. Saya bangun tengah malam dan bertobat. Sepanjang ingatan saya, saya tidak mempunyai pikiran sedikitpun tentang pertobatanku atau tentang sesuatu serupa itu, ketika saya masuk tempat tidur dan tertidur; tetapi saya bangun tengah malam dan bertobat di dalam waktu lima menit agaknya. Beberapa menit sebelumnya, saya merasa seakan-akan saya di dekat kebinasaan yang kekal. Saya telah melangkah dengan satu kaki ke dalamnya dan sedang berusaha melangkahkan kakiku yang lain ke dalamnya. Tadi saya telah mengatakan bahwa tak seorangpun bersangkut paut dengan hal itu, tetapi saya telah lupa kepada doa-doa ibuku; kemudian saya mengerti bahwa salah seorang teman saya sekelas juga telah mendoakan saya sampai saya bertobat;

Berdoa seringkali berhasil, di mana segala sesuatu lainnya telah gagal. Bagaimana segala usaha dan permohonan dari Monica, sama sekali gagal mengenai anaknya laki-laki! Tetapi doa-doanya kepada Allah mengatasi sekalian itu, dan anak yang cabul itu menjadi Agustinus, seorang utusan Allah yang berkuasa. Karena doa-doa, maka musuh-musuh yang paling besar dari Kabar Injil telah menjadi pahlawan Injil yang paling berani, orang-orang berdosa yang amat buruk telah menjadi anak-anak Allah yang benar dan orang-orang perempuan yang hina menjadi orang-orang saleh yang sejati. Alangkah besar kuasa dari doa untuk mencapai ke bawah, di mana pengharapan rupanya telah putus, . . . doa yang mengangkat perempuan dan laki-laki sehingga dapat bersahabat dengan Allah dan mengubah keadaan mereka menjadi serupa peta Allah! Hal itu sederhana dan ajaib! Alangkah sedikitnya kita menghargai senjata yang mengherankan ini!

Dikutip dari: RA Torrey, Bagaimana kita Patut Berdoa (Surabaya: Penerbit Yakin), pp. 21-22.

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone
Berdoa Semalam-malaman

Berdoa Semalam-malaman

Jadwal pembacaan Alkitab : Ulangan pasal 31:14 – pasal 32:47 dan Lukas pasal 6:12-49

Lukas 6:12-13 “Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah. Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul”

Tuhan sendiri “pergi ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.” Keesokan harinya, Ia menetapkan kedua belas rasul untuk mengunjungi dan merawat orang-orang yang diganggu oleh roh-roh jahat dan menyembuhkan mereka (Luk. 6:12-18). Lukas mewahyukan bahwa pengutusan Tuhan adalah menurut jawaban Bapa atas doa-Nya. Ia bertanya kepada Bapa, siapa di antara orang-orang yang mengikutinya yang bersyarat untuk menjadi rasul-rasul. Bahkan Yudas, si pengkhianat, ditetapkan oleh Bapa untuk melaksanakan kehendak-Nya. Tuhan pergi ke atas gunung yang mutlak terpisah dari masyarakat untuk berhubungan dengan Bapa-Nya dalam doa, dan Ia berdoa semalam-malaman. Keesokan harinya, Ia menetapkan kedua belas rasul, karena itu penunjukkan-Nya terhadap kedua belas rasul pasti menurut jawaban, keputusan dan perintah Bapa.

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone
Asal Tidak Bimbang dan Percaya

Asal Tidak Bimbang dan Percaya

Jadwal pembacaan Alkitab : Bilangan pasal 13 – 14 dan Markus pasal 11

Markus 11:23 “Asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya.”  

Dalam kitab Injil kita dapat melihat bahwa ada yang unik bagaimana Tuhan melakukan, seperti menyembuhkan orang yang sakit pendarahan “Dia berkata: Asal kujamah saja jubahnya, aku akan sembuh” (Mrk. 5:28).  Saat itu Tuhan tidak terlihat mau menyembuhkan perempuan itu. Tapi dengan iman perempuan itu menjamah jubah Tuhan pasti sembuh. Dia menjamah jubah Tuhan dan saat itu juga berhentilah pendarahannya. Di sini kita bisa melihat karena imannyalah ia mendapatkan kesembuhan. Seorang perwira hanya meminta pada Allah memberikan sepatah kata dan dia beriman hambanya akan sembuh (Luk.7:7). Dan seketika itu Dia tidak pernah menemukan iman sebesar itu diantara orang Israel. Dua kisah ini memperlihatkan iman mereka yang besar, tidak bimbang hati dan percaya mereka pasti mendapatkan apa yang mereka minta pada Tuhan.

Keadaan yang sering terjadi, saat kita meminta sesuatu pada Tuhan, kita masih tidak sepenuhnya percaya mendapatkannya bahkan selesai berdoa masih bimbang hatinya. Pertanyaan hari ini bagaimana sikap doa kita? Apakah sewaktu doa kita menjamah Tuhan seperti perempuan itu menjamah jubah Tuhan? Apakah kita meminta sepatah kata dari Tuhan seperti perwira itu? Dan perkataan Tuhan menjadi iman kita? Kita perlu berpaling kembali pada Tuhan. Doa kita bukan hanya meminta tapi doa yang bisa menjamah hati Tuhan dan ada perkataan-Nya yaitu firman-Nya tinggal dalam hati kita menjadi iman kita (Rm. 10:17). Doa dengan iman, tidak bimbang hati dan percaya saja bahwa kita telah mendapatkan yang kita minta dan doakan (Mrk. 11:24). Jika kita mempraktekan sikap doa yang demikian, kita akan melihat bagaimana Tuhan menjawab doa kita.

Doa: “Ya Allah Bapa kami, ajarlah kami untuk berdoa dengan iman terhadap firman-Mu. Jagalah kami agar kami tidak bimbang, tetapi percaya sepenuhnya kepadamu. Terima kasih Tuhan Yesus.  Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!”

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone
Posted in Devotions

Pelayanan Doa

Jadwal pembacaan Alkitab : 1 Tawarikh 28-29  dan Kisah Para Rasul 12

Kisah Para Rasul 12:5 Demikianlah Petrus ditahan di dalam penjara. Tetapi jemaat dengan tekun mendoakannya kepada Allah.”

Dalam Kisah Para Rasul 12:12 kita melihat bahwa di rumah Maria ada banyak orang berkumpul dan berdoa. Ini menunjukkan bahwa doa untuk Petrus dipersembahkan terutama di rumah seorang saudari. Dari hal ini kita melihat bahwa dalam kehidupan gereja, para saudari harus memimpin dalam hal doa. Menurut prinsip dasar dalam firman Tuhan, segala aktivitas seharusnya dilaksanakan oleh saudara, dan para saudari kebanyakan melakukan pekerjaan menopang di belakang. Pekerjaan menopang yang terutama adalah berdoa. Inilah situasi yang sebenarnya dalam perkara Petrus. Setelah ia bebas, ia pergi ke rumah Maria, di mana banyak orang kudus sedang berdoa.

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone
Posted in Devotions

Kesaksian Pertobatan

Jadwal pembacaan Alkitab : 1 Tawarikh 22-24 dan Kisah Para Rasul 11:1-18

Kisah Para Rasul 11:18 “… Jadi kepada bangsa-bangsa lain juga Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup.”

Watchman Nee bersaksi: Di suatu musim panas, saya pergi ke suatu daerah bukit untuk istirahat panjang. Saya harus menginap di satu rumah dan makan di rumah yang lain. Rumah tempat saya makan adalah rumah seorang montir, ia tinggal bersama istrinya. Suatu hari, tibalah kesempatanku untuk memberitakan Tuhan Yesus kepada mereka. Mereka senang mendengarnya. Syukur kepada Tuhan, mereka pun dibaptis, dan suatu terang baru dan sukacita memasuki hidup mereka, karena pertobatan mereka adalah pertobatan yang sejati. Kemudian, karena cuaca menjadi semakin dingin, maka saya harus meninggalkan mereka dan kembali ke Shanghai.

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone
Posted in Videos
Nafas Orang Kristen

Nafas Orang Kristen

Berdoa bagi orang yang percaya sama pentingnya dengan bernafas bagi seorang bayi yang baru lahir.

Karena itu, setelah kita percaya Tuhan, kita harus tetap berdoa secara terus menerus.

Dengan demikian kita akan mendapatkan udara rohani, Roh Kudus, yang membuat kita bertumbuh dan kuat di dalam kehidupan rohani.

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone