Batu Penjuru

Batu Penjuru

Jadwal pembacaan Alkitab : 1 Samuel 1 – 2:26 dan Lukas 19:47 – 20:18

Lukas 20:17 “Tetapi Yesus memandang mereka dan berkata: “Jika demikian apakah arti nas ini: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru?”

Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan, namun ia telah menjadi batu penjuru. Menurut Kisah Para Rasul 4:10, batu ini jelas ditujukan Yesus Kristus orang Nazaret. Ia telah mati tersalib, kemudian bangkit dari kematian. Dia itulah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan Yahudi. Namun Ia telah menjadi batu penjuru, sehingga selain di dalam Dia tidak ada keselamatan. Siapa saja yang membuang Dia, bukan hanya berarti membuang Juruselamat, tetapi pula membuang batu bangunan, yaitu batu penjuru.
Batu penjuru itu menghubungkan sudut dinding sebuah rumah. Di sudut-sudut rumah terdapat batu-batu, di antaranya ada sebuah yang disebut batu penjuru. Pada zaman kuno, orang-orang Yahudi Palestina membangun rumah sangat mementingkan tiga batu: batu dasar, batu penjuru, dan batu atap. Seluruh rumah dibangun di atas batu dasar, keempat penjuru rumah dihubungkan oleh batu penjuru, dan di atap rumah ada batu atap. Ketiga batu ini menopang dan melindungi segenap rumah.
Dalam Yesaya 28:16, Kristus sebagai batu dasar. Dalam Zakharia 4:7 Ia sebagai batu atap, dan Kisah Para Rasul 4:10-12 Ia sebagai batu penjuru. Petrus dalam Kisah Para Rasul 4 tidak saja memberitakan Kristus sebagai Juruselamat, lebih-lebih memberitakan Kristus sebagai batu bangunan, batu penjuru yang menghubungkan semua dinding. Petrus mempunyai pengenalan sedemikian karena ia mengenal penebusan Allah di dalam Kristus ialah untuk pembangunan-Nya. Sebab itu, dalam 1 Petrus ia menulis, “Datanglah kepada-Nya, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi dipilih dan dihormati di hadirat Allah. Biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani” (1 Ptr. 2:4-5a).

Doa: “Ya Bapa, terima kasih atas firman-Mu. Berkati kami lebih banyak datang kepada Tuhan, Batu Hidup itu, sehingga kami diubah dan dipergunakan sebagai batu-batu hidup bagi pembangunan rumah rohani, tempat kediaman Allah.Terima kasih Tuhan Yesus. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!”

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone
Diselamatkan Dalam Yesus

Diselamatkan Dalam Yesus

Jadwal pembacaan Alkitab : Ulangan 12-13 dan Lukas 3:23-38

Lukas 3:38  “… anak Enos, anak Set, anak Adam, anak Allah”

 

Dalam 3:23-38 kita nampak status Tuhan Yesus sebagai Manusia-Penyelamat. Ayat 23 mengatakan, “Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli.” Tiga puluh adalah umur yang memadai untuk melayani Allah (Bil. 4:3, 35, 39, 43, 47). Silsilah dalam Injil Lukas, Injil Manusia-Penyelamat, dimulai dari manusia dan menelusur kembali kepada Allah (ay. 23, 38). Injil ini menekankan keinsanian-Nya untuk menegaskan status ilahi-insani-Nya. Untuk membuktikan bahwa Yesus adalah seorang Manusia yang tepat dan normal, Lukas perlu memperlihatkan silsilah Manusia ini, yang membuktikan bahwa Dia layak menjadi Penyelamat manusia.

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone
Juruselamat Telah Lahir

Juruselamat Telah Lahir

Jadwal pembacaan Alkitab : Ulangan 4:44 –  6  dan Lukas 2:1-20

Lukas 2:11 “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.”

 

Dalam Lukas 2:1-20 dikisahkan mengenai kelahiran Yesus. Saat itu, Kaisar Agustus mengadakan sensus penduduk yang pertama kalinya. Hal ini menyebabkan setiap orang harus kembali ke kotanya sendiri untuk mendaftarkan diri. Yusuf dan tunangannya, Maria, pun harus kembali ke kota asal mereka, yaitu Betlehem, supaya dapat terdaftar. Saat kembali ke Betlehem, tibalah waktu untuk Maria bersalin. Maria melahirkan seorang anak laki-laki, yaitu Yesus, yang dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan. Kelahiran Yesus, Sang Juruselamat, menyebabkan para malaikat bersukaria, memuji-muji Allah. Mereka juga memberitakan perihal kelahiran Sang Juruselamat ini kepada gembala-gembala yang sedang berjaga di padang.

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone
Posted in Videos

Siapakah Kristus itu?

Terhadap setiap orang Kristen yang telah menerima Tuhan Yesus secara pribadi sebagai Juruselamatnya, Tuhan Yesus masih menanyakan pertanyaan yang sama, yang pernah diajukan-Nya kepada murid-murid-Nya 2000 tahun lebih yang lalu, yaitu: “Siapakah Kristus itu?”
Setelah kita diselamatkan karena kasih karunia-Nya, apakah kita bertumbuh dalam pengenalan kita terhadap-Nya? Apakah kita sampai hari ini kita hanya mengenal Kristus sebagai Juruselamat kita saja?

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone