Mempertaruhkan jiwa

Jadwal pembacaan Alkitab : Yesaya 17 – 20 dan Filipi 2:19-30.

Filipi 2:30 , Sebab oleh karena pekerjaan Kristus ia nyaris mati dan ia mempertaruhkan jiwanya untuk memenuhi apa yang masih kurang dalam pelayananmu kepadaku.”  

 

Dalam Filipi 2:19-30 kita nampak dua hal yang penting tentang jiwa. Pertama, kita perlu bersatu dalam jiwa; kedua, kita perlu dengan rela hati mengorbankan atau mempertaruhkan jiwa kita. Kedua hal ini sangat penting jika kita ingin mempunyai satu perhatian sejati terhadap gereja-gereja serta semua orang kudus. Timotius adalah seorang yang sejiwa, dan Epafroditus adalah seorang yang mempertaruhkan jiwa. Kita pun harus menjadi orang yang bersatu dalam jiwa dan yang rela mempertaruhkan jiwa kita. Kita harus bersedia mempersembahkan pikiran, tekad, dan emosi kita untuk menjadi satu dengan teman-teman sekerja kita yang terkasih.

Para pelayan dalam gereja sangat penting bisa sejiwa dan mempertaruhkan jiwa mereka. Jangan menyayangi jiwa Anda, belajarlah mempertaruhkannya, mengorbankannya, dan membayar harga bagi hidup gereja. Bila para saudara tidak mempunyai jiwa semacam ini, mereka tidak tepat menjadi pemimpin gereja di lokal mereka. Jika kita mengasihi Tuhan dan gereja, pertama-tama kita harus mengalami Tuhan dalam roh kita dan kemudian kita harus sejiwa dalam pengalaman akan Kristus guna memperhatikan gereja dan bersedia juga rela mengorbankan jiwa kita bagi orang kudus. Dalam pemulihan Tuhan hari ini kita perlu orang-orang kudus yang menuntut Tuhan dan menikmati Dia dalam roh mereka dan yang juga rela memiliki perhatian yang sejati terhadap gereja melalui sejiwa dan mempertaruhkan kehidupan jiwa mereka. Jika kita bersatu dalam jiwa seperti halnya dalam roh, pengalaman kita terhadap Kristus akan mencapai puncaknya.

 

Doa: “Ya Bapa, rahmati diri kami agar dapat sejiwa san mempertaruhkan jiwa kami bagi orang kudus dan bagi gereja. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!“

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone
Mempertaruhkan jiwa

Mempertaruhkan jiwa

Jadwal pembacaan Alkitab : 2 Tawarikh 13 – 16 dan Kisah para rasul 15:1 – 35

Kisah para rasul 15:26, “… yaitu dua orang yang telah mempertaruhkan nyawanya karena nama Tuhan kita Yesus Kristus.”

 

Sebelum seorang Kristen dapat menjadi martir, ia harus memiliki sikap seorang martir lebih dulu. Setiap martir sudah diperlengkapi dengan sikap-sikap tertentu, dan bila saatnya tiba untuk mati martir, orang-orang ini dapat benar-benar menjadi martir melalui menyerahkan hidup jasmaninya. Prinsip ini berlaku dalam mempertaruhkan jiwa di dalam kehidupan gereja. Jika kita tidak memiliki hati untuk mengorbankan pikiran, emosi, dan tekad kita demi kepentingan Tubuh Kristus, kita tidak mungkin dapat mengorbankan hidup jasmani kita menjadi martir. Jika kita damba menjadi satu dengan Tuhan bagi pemulihan-Nya, kita harus mau mengorbankan pikiran, perasaan, dan keinginan kita. Ini berarti mempertaruhkan jiwa kita.

Bila kita tidak mempertaruhkan jiwa kita, mustahillah kita bisa memenuhi kekurangan yang mungkin ada dalam Tubuh Kristus. Memenuhi kekurangan dalam Tubuh Kristus memberi kita suatu kesempatan yang baik sekali untuk mengalami Kristus. Kita perlu mengalami Kristus sedemikian rupa agar kita dapat memenuhi apa yang kurang dalam Tubuh. Jika kita mau mengalami Kristus sampai taraf demikian, kita harus mempertaruhkan kehidupan jiwa kita dengan mengorbankan emosi kita serta keinginannya, tekad kita serta kemauannya, dan pikiran kita serta opininya. Setiap kali kita mengorbankan jiwa kita demi Tubuh, kita akan memiliki suatu kesempatan untuk mengalami Kristus di dalam Tubuh sepenuh-penuhnya.

Jika kita setiap hari mempertaruhkan jiwa kita dalam hidup gereja, kita akan siap menjadi martir bila perlu. Orang-orang yang mempertaruhkan jiwa mereka demi Tubuh Kristus dapat menyerahkan hidup jasmani mereka bagi Tuhan. Selain itu, jika kita mempertaruhkan jiwa kita, kita akan sangat mudah sejiwa dengan kaum beriman yang lain

 

Doa: “Ya Bapa, terima kasih atas kebangkitan Tuhan Yesus. Rahmatilah diri kami agar kami rela menyerahkan hidup jasmani kami dan mempertaruhkan jiwa kami, agar kami boleh menjadi sejiwa dengan kaum beriman yang lain. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!”

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone
Posted in Devotions

Mempertaruhkan Jiwa

Jadwal pembacaan Alkitab : 2 Tawarikh 13 – 16 dan Kisah Para Rasul 15:1 – 35

Kisah Para Rasul 15:26 “… yaitu dua orang yang telah mempertaruhkan nyawanya karena nama Tuhan kita Yesus Kristus.”

Sebelum seorang Kristen dapat menjadi martir, ia harus memiliki sikap seorang martir lebih dulu. Setiap martir sudah diperlengkapi dengan sikap-sikap tertentu, dan bila saatnya tiba untuk mati martir, orang-orang ini dapat benar-benar menjadi martir melalui menyerahkan hidup jasmaninya. Prinsip ini berlaku dalam mempertaruhkan jiwa di dalam kehidupan gereja. Jika kita tidak memiliki hati untuk mengorbankan pikiran, emosi, dan tekad kita demi kepentingan Tubuh Kristus, kita tidak mungkin dapat mengorbankan hidup jasmani kita menjadi martir. Jika kita damba menjadi satu dengan Tuhan bagi pemulihan-Nya, kita harus mau mengorbankan pikiran, perasaan, dan keinginan kita. Ini berarti mempertaruhkan jiwa kita.

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone