Mengasihi saudara

Jadwal pembacaan Alkitab : Yehezkiel 44 – 45 dan 1 Yohanes 3:11-24.

 

1 Yohanes 3:18 ,Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.

 

Mengasihi Allah tidak dapat dipisahkan dengan saling mengasihi di antara saudara. Jika kita saling mengasihi, kasih-Nya akan sempurna di dalam kita. Dengan kata lain, hari ini Allah menaruh banyak saudara di hadapan kita, mereka adalah sasaran kita agar kita dapat mempraktekkan kasih kita kepada Allah. Kalau kita saling mengasihi, kasih Allah akan sempurna di dalam kita. Kita tidak bisa hanya mengatakan dengan mulut, bahwa kita mengasihi Allah, kita harus dengan riil belajar mengasihi saudara. Mengatakan dengan mulut saja tidak berguna, itu sia-sia. Mengasihi Allah, haruslah kita nyatakan melalui mengasihi saudara.

“Kebenaran” dalam ayat di atas menunjukkan ketulusan hati yang berlawanan dengan lidah, seperti perbuatan berlawanan dengan perkataan. Di dalam ayat ini Rasul Yohanes mengatakan kepada kita untuk mengasihi di dalam kebenaran, di dalam kejujuran. Jika kita mengatakan bahwa kita mengasihi saudara kita, kita harus mengasihinya di dalam perbuatan dan di dalam kebenaran. Kalau tidak, kita mengasihi hanya di dalam perkataan atau di dalam lidah, tidak di dalam ketulusan hati. Kebenaran di sini juga menunjukkan realitas kasih, kemurnian, dan ketulusan hati. Semua kebajikan ini berasal dari atribut-atribut ilahi Allah yang kita perhidupkan dalam kehidupan sehari-hari kita sebagai kebajikan insani kita.

Kita harus mengasihi saudara-saudara dalam cara ini. Tentu saja, kasih di dalam kebenaran semacam ini termasuk satu kasih yang menyediakan keperluan seseorang dengan hal-hal material bila perlu. Kalau seorang saudara kehilangan pekerjaan, kita harus berdoa untuknya, demikian juga kita perlu memperhatikan keperluan jasmaninya. Inilah kasih yang sejati.

 

Doa: “Ya Bapa, mohon belas kasihan-Mu membawa kami menjadi orang yang dapat mengasihi saudara di dalam kebenaran. Berilah kami hati yang mau memperhatikan keperluan saudara kami sebagai wujud kasih yang sejati. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!“

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone
Posted in Devotions

Mengasihi Saudara

Salam damai sejahtera pendengar yang terkasih dalam Tuhan Yesus, program Makanan Rohani Eph219 ingin mendorong setiap kaum beriman untuk membaca Alkitab setahun sekali dan menyampaikan makanan rohani kepada seluruh anggota keluarga Allah.

Jadwal pembacaan Alkitab : Yeh. 44 – 45 dan 1 Yoh. 3:11-24.

Fokus renungan kita : “MENGASIHI SAUDARA”

Firman Tuhan dalam 1 Yoh. 3:18 berkata,Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.

Mengasihi Allah tidak dapat dipisahkan dengan saling mengasihi di antara saudara. Jika kita saling mengasihi, kasih-Nya akan sempurna di dalam kita. Dengan kata lain, hari ini Allah menaruh banyak saudara di hadapan kita, mereka adalah sasaran kita agar kita dapat mempraktekkan kasih kita kepada Allah. Kalau kita saling mengasihi, kasih Allah akan sempurna di dalam kita. Kita tidak bisa hanya mengatakan dengan mulut, bahwa kita mengasihi Allah, kita harus dengan riil belajar mengasihi saudara. Mengatakan dengan mulut saja tidak berguna, itu sia-sia. Mengasihi Allah, haruslah kita nyatakan melalui mengasihi saudara.

“Kebenaran” dalam ayat di atas menunjukkan ketulusan hati yang berlawanan dengan lidah, seperti perbuatan berlawanan dengan perkataan. Di dalam ayat ini Rasul Yohanes mengatakan kepada kita untuk mengasihi di dalam kebenaran, di dalam kejujuran. Jika kita mengatakan bahwa kita mengasihi saudara kita, kita harus mengasihinya di dalam perbuatan dan di dalam kebenaran. Kalau tidak, kita mengasihi hanya di dalam perkataan atau di dalam lidah, tidak di dalam ketulusan hati. Kebenaran di sini juga menunjukkan realitas kasih, kemurnian, dan ketulusan hati. Semua kebajikan ini berasal dari atribut-atribut ilahi Allah yang kita perhidupkan dalam kehidupan sehari-hari kita sebagai kebajikan insani kita.

Kita harus mengasihi saudara-saudara dalam cara ini. Tentu saja, kasih di dalam kebenaran semacam ini termasuk satu kasih yang menyediakan keperluan seseorang dengan hal-hal material bila perlu. Kalau seorang saudara kehilangan pekerjaan, kita harus berdoa untuknya, demikian juga kita perlu memperhatikan keperluan jasmaninya. Inilah kasih yang sejati.

Doa: “Ya Bapa, mohon belas kasihan-Mu membawa kami menjadi orang yang dapat mengasihi saudara di dalam kebenaran. Berilah kami hati yang mau memperhatikan keperluan saudara kami sebagai wujud kasih yang sejati. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!”

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone