Upah bagi para pengasih-Nya

Upah bagi para pengasih-Nya

Jadwal pembacaan Alkitab : Mazmur 39-41 dan 1 Korintus 2

1 Korintus 2:9 ,” Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”

 

 Apa yang kita nampak dalam ayat di atas? Yang disediakan Allah bagi orang yang percaya kepada-Nya adalah hidup yang kekal, tetapi yang disediakan Allah bagi orang yang mengasihi-Nya adalah perkara-perkara yang akan datang. Berkat bahagia yang akan datang itu hanya dapat diketahui oleh orang-orang yang mengasihi Allah. Jika ada orang berkata, bahwa ia telah melihat suatu barang yang indah, atau ia telah mendengar sesuatu yang indah, atau ia pernah memikirkan sesuatu yang indah; ketahuilah, itu tidak seindah yang kelak akan diperoleh orang yang mengasihi Allah, sebab yang akan datang ini belum pernah dilihat oleh mata siapa pun, dan belum pernah didengar oleh telinga mana pun, bahkan tidak pernah timbul dalam pikiran seorang manusia pun. Justru, berkat bahagia sedemikian ini, sudah dinyatakan Allah demi Roh-Nya kepada orang-orang yang mengasihi-Nya. Dengan kata lain, pada masa kini juga, seorang yang mengasihi Tuhan dapat menikmati kebaikan-kebaikan yang belum pernah dilihat, didengar dan dipikirkan oleh manusia. Ketika Allah menyatakan kemuliaan-Nya kepada Anda, Anda akan berseru, “Oh, alangkah sukacitanya!” Kemuliaan sorgawi terlalu indah, sehingga Anda seolah-olah tidak tahan menerimanya.

Yakobus 1:12 mengatakan, “Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.” Kita sering menduga, kalau kita ingin mendapatkan mahkota kehidupan, entah harus melakukan berapa banyak pekerjaan bagi Tuhan. Namun di sini kita nampak, syarat untuk mendapat mahkota kehidupan hanya ada satu: yaitu mengasihi Tuhan.

 

Doa: “Ya Bapa, terima kasih atas mahkota kehidupan yang Engkau janjikan untuk Kau berikan bagi orang-orang yang mengasihi-Mu. Pimpinlah kami dalam seumur hidup kami terus menjadi orang-orang yang mengasihi Tuhan. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!“

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone
Berdoa dan memberitakan

Berdoa dan memberitakan

Jadwal pembacaan Alkitab : 2 Raja – raja  18 –  19:7 dan Kisah para rasul 4:13-31

Kisah para rasul 4:31 , “Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani.”

 

Kisah Para Rasul 4:31 mengatakan, ketika murid-murid sedang berdoa, “Goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani.” Saat itu para murid adalah sekelompok orang Galilea yang tinggal di Yerusalem, yang berada di bawah aniaya dan ancaman penganut agama Yahudi. Namun selain diri Tuhan mereka tidak mempedulikan yang lain. Mereka hanya mengasihi Tuhan, menuntut Tuhan. Selain Kristus Putera Allah, mereka tidak mengetahui lainnya. Mereka setiap hari tak henti-hentinya berdoa, mengucap syukur dalam segala hal, juga penuh dengan sukacita. Karena itu, mereka tidak memadamkan roh itu (I Tes. 5:17-19), mereka mengobarkan roh mereka seperti mengobarkan api (II Tim. 1:6-7). Mereka adalah orang-orang yang demikian. Mereka tidak hanya dipenuhi Roh Kudus di dalam, di luar juga dicurahi Roh Kudus; mereka memiliki kelimpahan Roh itu. Jika sebuah gelas hanya diisi air setengahnya, itu tidak berlimpah; tetapi jika diisi sampai penuh bahkan meluap, maka air itu akan meluber dan tumpah keluar. Orang-orang saleh yang kekasih dalam Kisah Para Rasul 4:31 penuh dengan kuasa Kristus, dan karena itu meluap keluar, penuh dengan kekuatan membicarakan perkataan Allah.

Setiap orang di antara kita, seharusnya mengalirkan kasih Kristus melalui berbicara. Jika tidak demikian, kita akan seperti ban yang kekurangan angin. Kita tidak dipenuhi, karena kita tidak berdoa. Kita perlu tinggal di dalam Kristus, menjaga diri sendiri di dalam kesatuan yang hidup, kesatuan kehidupan di dalam Kristus. Kita perlu dalam tindakan kita, penghidupan kita, bahkan seluruh diri kita, menuruti roh. Dengan demikian, kita bisa setiap hari, di mana saja, membicarakan Kristus.

 

Doa: “Ya Bapa, buatlah diri kami setiap hari dalam tindak-tanduk kami selalu menuruti pimpinan roh, sehingga kami terbiasa di mana saja dan kapan saja membicarakan Kristus kepada orang-orang yang kami jumpai. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!”

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone
Penyertaan Allah

Penyertaan Allah

Jadwal pembacaan Alkitab : 1Raja – raja 12 – 13:19  dan Yohanes 14

Yohanes 14:21 “Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya”

Banyak anak-anak Allah yang terkenal, namun tidak banyak orang yang mengenal Allah. Banyak orang pandai membaca Alkitab, tetapi mereka tidak mengenal Allah; mereka memang mengerti Alkitab, tetapi tidak mengenal kuasa Allah. Banyak juga orang yang pandai berkhotbah, namun mereka sebenarnya tidak mengetahui apa yang dikhotbahkannya itu. Mengapa demikian? Sebab Tuhan tidak menyatakan diri kepadanya. Banyak orang tidak mendapatkan penyataan Tuhan, disebabkan mereka tidak mengasihi Tuhan, tidak melakukan perintahNya. Di dunia ini hanya ada sejenis orang yang mengasihi Tuhan, yakni orang yang setia kepada-Nya.

Ada satu kisah dalam Alkitab, tentang perempuan bangsawan Sunem yang berkata kepada suaminya: “Sesungguhnya aku sudah tahu bahwa orang yang selalu datang kepada kita itu adalah abdi Allah yang kudus” (2 Raj. 4:9b). Apa yang diperlihatkan Elisa kepada perempuan itu? Elisa tidak melakukan perbuatan ajaib di depan perempuan itu, namun setiap kali ia datang, ia selalu memberinya satu perasaan akan penyertaan Allah. Saudara saudari, apakah kita senang akan penyataan Allah? Jika ya, haruslah kita dengan berbagai macam cara mencari perintah Allah, dan kemudian melakukan perintahNya.

Allah dan Kristus menyertai orang-orang yang percaya, namun Allah dan Kristus “diam” (tinggal) bersama-sama dengan orang yang mengasihi Dia (Yoh. 14:23). Jadi, tidak hanya menyatakan diri-Nya, menyertai, bahkan tinggal bersamanya. Penyertaan, kadang-kadang tidak terasa. Meskipun demikian, ketika Anda mencari perintah Allah dengan setia dan tidak mempedulikan yang lain, Anda akan menemukan bahwa Allah tinggal bersama Anda.

Doa: “Ya Bapa, terima kasih atas firman-Mu. Rahmatilah diri kami, Bapa untuk selalu setia mencari dan menaati perintah-Mu. Kami mengasihi-Mu Bapa. Kami sungguh mendambakan penyertaan-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!”

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone
Rumah Perjamuan

Rumah Perjamuan

Jadwal pembacaan Alkitab : 1 Raja – raja 7 dan Yohanes 12:1-19

Yohaness 12:2  “Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus”

 

Enam hari sebelum Paskah, Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati. Di situ diadakan perjamuan dan terlihat ada Marta yang melayani, Lazarus turut makan bersama dengan Tuhan. Saat perjamuan, datang juga Maria lalu meminyaki kaki Yesus dengan minyak narwastu hingga bau semerbak minyak itu memenuhi seluruh rumah itu (Yoh.12:3). Dapat kita lihat bahwa perjamuan di Betania ini seperti ‘miniatur’ hidup gereja. Ada saudari Marta yang melayani, Maria yang mempersembahkan minyak narwastu untuk meminyaki kaki Tuhan dan Lazarus yang turut makan bersama dengan Tuhan, mempersaksikan kuasa kebangkitan Tuhan atas dirinya.

Dalam perjamuan ini, Tuhan turut makan bersama dengan mereka menunjukkan Tuhan hadir juga menikmati semua pelayanan baik Marta, Maria maupun Lazarus. Dalam hidup gereja pun demikian, ada yang melayani, ada yang memberi kesaksian, ada juga yang mempersembahkan diri. Betapa manisnya hidup gereja yang demikian! Saat berkumpul makan bersama Tuhan, semua mempersembahkan sesuatu pada Tuhan. Berarti yang Tuhan kehendaki saat semua kaum saleh berkumpul, semua datang dengan membawa suatu  persembahan baik melayani, bersaksi maupun mengasihi Tuhan melalui persembahan diri.

Secara batiniah, hidup gereja adalah hidup berpesta di hadirat Tuhan dan bersama Tuhan (Yoh. 12:2). Tuhan datang ke rumah itu dan di sanalah pula hadir Tuhan. Dalam hidup gereja, perkara pertama yang kita perlukan ialah hadirat Tuhan. Posisi kita dan keadaan kita wajiblah demikian, sehingga Tuhan bisa datang dan beserta dengan kita. Penyertaan-Nya mempunyai arti yang sangat besar terhadap hidup gereja. Hidup gereja adalah mutlak tergantung pada hadirat Tuhan. Tanpa penyertaan Tuhan, hidup gereja itu sia-sia belaka.

Doa: “Ya Bapa, syukur atas firman-Mu. Dapatkan diri kami, Bapa bisa memiliki penyertaan-Mu, sehingga di dalam hidup gereja, kami juga bisa menjadi orang yang melayani-Mu, bersaksi, dan mempersembahkan diri. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!”

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone
Posted in Articles
Ujian yang Menghasilkan Ketekunan dan Kemuliaan

Ujian yang Menghasilkan Ketekunan dan Kemuliaan

Yakobus 1:3-5, 12 Sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. (4) Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun. (5) Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, — yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit –, maka hal itu akan diberikan kepadanya. (12) Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.

Yakobus menasihati kita untuk menganggap sebagai kebahagiaan, apabila kita jatuh ke dalam berbagai-­bagai pencobaan (Yak. 1:2). Dalam ayat 3 ia meneruskan, “Sebab ka­mu tahu bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.” Iman di sini adalah iman kristiani yang diberi­kan oleh Allah di dalam Kristus (2:1; 2 Ptr. 1:1). Pencobaan dan pembuktian terhadap iman kita, menghasilkan ketekunan. Ketekunan kita meningkat akibat berbagai ujian berupa tentangan dan pen­cobaan. Penganiayaan yang kita alami menghasilkan ketekunan.

Ketekunan berbeda dengan kesabaran. Kita bisa sabar tanpa memiliki ketekunan. Kesabaran kita itu rapuh. Yang kita perlukan adalah suatu kesabaran yang tahan lama. Kesabaran yang tahan lama ini adalah ketekunan. Sewaktu Anda diperlakukan tidak adil oleh seseorang, pertama‑tama Anda melatih kesabaran Anda. Tetapi Anda akan menemukan bahwa kesabaran saja masih belum cu­kup, karena dalam penderitaan karena pencobaan, Anda juga memerlukan ketekunan. Ketekunan berasal dari pengujian, pencobaan, pembuktian terhadap iman kita.

Dalam ayat 4 Yakobus melanjutkan, “Biarkanlah kete­kunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tidak kekurangan apa pun.” Surat Kiriman Yakobus sangat istimewa dan baik sekali dalam menyajikan tingkah laku orang Kristen, menekankan prak­tek kristiani yang sempurna agar kaum beriman bisa sem­purna dan utuh, tidak kekurangan apa pun. Kesempurnaan perilaku kristiani semacam ini memerlukan pengujian dari penanggulangan pemerintahan Allah (ayat 2, 12) dan kesabaran kaum beriman oleh kebajikan kelahiran ilahi berda­sarkan kelahiran kembali oleh firman yang tertanam (ayat 18, 21). Yakobus mengakhiri ayat 4 dengan kata‑kata, “tidak keku­rangan apa pun.” Keinginannya tidak lain agar mereka yang menerima suratnya akan menjadi lengkap dan utuh dalam praktek kristiani yang sempurna, tidak kekurangan apa pun.

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone