Berpesta dengan roti tak beragi

Berpesta dengan roti tak beragi

Jadwal pembacaan Alkitab : Mazmur 46-49 dan 1 Korintus 5

1 Korintus 5:8 ,  “Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.”

 

Hari Raya Roti Tidak Beragi berlangsung selama tujuh hari, jangka waktu yang lengkap, menandakan seluruh waktu hidup kristiani kita, dari hari pertobatan kita sampai pada hari keterangkatan kita. Ini adalah masa perayaan yang panjang. Kita tidak boleh merayakannya dengan ragi yang lama, yaitu dosa dari sifat kita yang usang, tetapi dengan roti tidak beragi, yaitu Kristus dari sifat kita yang baru sebagai rawatan dan kenikmatan kita. Hanya Dialah suplai hidup yang sejati dan riil, mutlak murni, tanpa campuran, bahkan penuh realitas. Perayaan adalah waktu untuk menikmati pesta. Seluruh kehidupan orang Kristen seharusnya merupakan pesta yang demikian, menikmati Kristus sebagai pesta kita, sebagai suplai hidup yang limpah bagi kita.

Roti tidak beragi menunjukkan hidup yang tanpa dosa, tanpa ragi. Di dalam diri sendiri, kita tidak dapat memiliki kehidupan semacam ini. Akan tetapi, dalam Kristus, kita dapat menempuh satu kehidupan yang tanpa dosa. Dia akan menjadi sumber, pancaran dari hidup dan kehidupan yang tanpa dosa. Jika kita mau menempuh satu kehidupan tanpa dosa, maka setiap hari kita harus makan Kristus sebagai roti yang tidak beragi. Para ahli gizi mengatakan bahwa kita akan menjadi seperti apa yang kita makan. Jika kita makan roti tidak beragi, akhirnya kita akan tersusun dari roti yang tidak beragi. Kemudian kita akan menempuh satu kehidupan yang tanpa ragi. Meskipun di dalam diri sendiri kita tidak mungkin tidak berdosa, namun di dalam Kristus kita dapat menjadi tanpa dosa melalui makan Dia sebagai sumber dan suplai dari hidup yang tanpa dosa. Karena Kristus, sumber kita, tidak beragi, maka jika kita berpesta dengan Dia setiap hari, kita dapat memiliki satu kehidupan gereja yang tanpa ragi.

 

Doa: “Ya Bapa, kami mau setiap hari berpesta dengan-Mu, Roti yang tidak beragi itu, agar kami di dalam Kristus dapat memiliki hidup yang tanpa dosa. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!“

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone
Firman hayat

Firman hayat

Jadwal pembacaan Alkitab : 2 Raja- raja  21:1 –  23:30 dan Kisah para rasul  5:12-32

Kisah para rasul 5:20 , “Pergilah, berdirilah di Bait Allah dan beritakanlah seluruh firman hidup itu kepada orang banyak.”

 

Kristus adalah Allah, dan Kristus adalah Roh Kudus. Hidup kekal dan ilahi yang adalah Allah, Roh Kudus, dan Kristus, terwujud dalam firman. Perjanjian Baru mengatakan bahwa firman adalah hidup (Yoh. 6:63; 1 Yoh. 1:1). Hidup ini diwujudkan bukan hanya dalam firman yang dibicarakan oleh Allah, tetapi juga dalam firman-Nya yang kita beritakan. Kisah Para Rasul 5:20 menunjukkan bahwa firman yang keluar dari mulut Petrus adalah firman hidup. Perkataan Petrus bukan hanya firman Allah, tetapi juga perkataan kesaksiannya. Kehidupan dan pekerjaan Petrus membuat kehidupan ilahi ini ternyata begitu riil pada saat itu; itulah sebabnya perkataan Petrus adalah perkataan kesaksiannya.

Kehidupan ilahi ini akan riil kita alami jika kita  menikmati Dia sebagai Sang Hidup. Dia menyerahkan diri-Nya sendiri sebagai Sang Hidup, supaya kita bisa mendapatkan hidup dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. Pada mulanya ada Firman, Firman itu adalah Allah. Di dalam Dia ada hidup, dan Dia menjadi Anak Domba Allah yang menghapus dosa-dosa kita. Anak Domba tersebut menjadi Roh yang menghidupkan (1 Kor. 15:45b) untuk memberikan diri-Nya sendiri sebagai Sang Hidup kepada kita. Hari demi hari dan waktu demi waktu, kita perlu berhubungan dengan-Nya. Ketika kita membaca Alkitab, kita perlu berhubungan dengan Dia, tidak hanya dengan melatih pikiran kita, tetapi juga dengan melatih roh kita. Ketika kita melatih roh kita untuk menjamah firman, kita menjamah pohon kehidupan. Pohon kehidupan dan pohon pengetahuan masih bersama kita sampai hari ini. Kedua pohon ini sangat dekat satu sama lain. Kita harus waspada, sehingga kita hanya menerima Sang Hidup dan bukan pengetahuan yang mematikan.

 

Doa: “Ya Allah,terima kasih atas firman-Mu. Dikaulah Allah Sang Hidup yang memberikan kehidupan di dalam kami. Buatlah setiap kali kami membaca Alkitab, kami bisa menjamah Diri-Mu, Allah yang hidup di dalam roh kami. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!”

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone