Kesetiaan Tuhan

Kesetiaan Tuhan

Jadwal pembacaan Alkitab : Haki-hakim 1–3:6 dan Lukas 12:22-40

Lukas 12:22 “Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai.”

 

Lebih dari lima puluh tahun yang lalu, Tuhan menyuruh seorang hamba Tuhan berhenti bekerja dan melayani Dia sepenuh waktu. Ketika ia dipanggil oleh Tuhan, ia memakai cara alamiahnya menghitung-hitung penghidupannya. Ia berkata, “Tuhan, aku rela makan daun pohon-pohonan dan minum air dari mata air di gunung-gunung. Aku puas hidup seperti itu, tetapi Engkau harus merawat istri dan anak-anakku.” Tentunya, Tuhan tidak membiarkannya hidup dengan cara begitu. Dia merawat kebutuhannya dan kebutuhan keluarganya. Yang penting di sini adalah meskipun kita tidak memiliki iman kepada Bapa kita, tetapi Dia itu setia.

Beberapa orang dari antara kalian mungkin berniat melayani Tuhan sepenuh waktu.Jika Anda memiliki kecenderungan yang dalam untuk melayani Tuhan sepenuh waktu, saya mendorong Anda untuk melakukannya. Keluarlah dari “kapal” profesi Anda, lompatlah ke dalam air, dan lihatlah apakah Anda akan “tenggelam.” Pengalaman menunjukkan, setelah kita meninggalkan kapal itu, Tuhan tidak membiarkan kita tenggelam.Seorang hamba Tuhan bersaksi pada mulanya, ia memberi tahu Tuhan bahwa ia berada di dalam sebuah kapal yang baik. Ia mengatakan bahwa ia bersandar kepada Tuhan tetapi masih perlu sebuah kapal. Namun, Tuhan menyuruhnya melompat keluar dari kapal itu. Kemudian ia memberi tahu Dia bahwa ia tidak memiliki iman sebesar itu. Tetapi ini bukanlah soal iman kita; ini adalah soal kesetiaan-Nya.

Kita semua perlu diselamatkan dari kekhawatiran hidup. Kita tidak perlu khawatir tentang makanan dan pakaian. Pemenuhan kebutuhan ini tergantung pada kesetiaan Allah. Dia itu setia, dan kita harus menengadah kepada-Nya untuk keperluan kita.

Doa: “Ya Bapa, pimpin kami agar kami berani mengambil langkah iman untuk melayani Tuhan dengan segala harga, tidak khawatir akan hidup kami sehari-hari. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!”

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone
Pelayanan Para Saudari

Pelayanan Para Saudari

Jadwal pembacaan Alkitab : Yosua  3-4 dan Lukas  8:1-25

Lukas 8:1-3  “Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia, dan juga beberapa orang perempuan … Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka.”

 

Dalam Lukas 8:1-3 kita nampak ada dua belas orang yang dipanggil mengikuti Penyelamat dan ada perempuan-perempuan yang telah disembuhkan yang melayani Penyelamat dan para pengikut-Nya dengan harta milik mereka sendiri. Suatu gambaran yang indah!

Perempuan-perempuan yang disebutkan di sini melayani Tuhan dan kedua belas murid dengan harta milik mereka. Mungkin di bawah kedaulatan Tuhan, suami-suami dari perempuan-perempuan ini kaya. Perempuan-perempuan itu tidak memboroskan harta mereka ke dunia sebagaimana yang dilakukan oleh kebanyakan orang, tetapi mereka melakukan kebajikan mereka dengan memakai harta milik mereka untuk melayani Tuhan dan murid-murid-Nya.

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone
Posted in Devotions

Pelayanan Doa

Jadwal pembacaan Alkitab : 1 Tawarikh 28-29  dan Kisah Para Rasul 12

Kisah Para Rasul 12:5 Demikianlah Petrus ditahan di dalam penjara. Tetapi jemaat dengan tekun mendoakannya kepada Allah.”

Dalam Kisah Para Rasul 12:12 kita melihat bahwa di rumah Maria ada banyak orang berkumpul dan berdoa. Ini menunjukkan bahwa doa untuk Petrus dipersembahkan terutama di rumah seorang saudari. Dari hal ini kita melihat bahwa dalam kehidupan gereja, para saudari harus memimpin dalam hal doa. Menurut prinsip dasar dalam firman Tuhan, segala aktivitas seharusnya dilaksanakan oleh saudara, dan para saudari kebanyakan melakukan pekerjaan menopang di belakang. Pekerjaan menopang yang terutama adalah berdoa. Inilah situasi yang sebenarnya dalam perkara Petrus. Setelah ia bebas, ia pergi ke rumah Maria, di mana banyak orang kudus sedang berdoa.

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone