Firman Kehidupan

Firman Kehidupan

Jadwal pembacaan Alkitab : 1 Raja – raja 5 – 6 dan Yohanes 11:17-57

Yohanes 11:25  “Jawab Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati.”

Hari itu Tuhan membangkitkan Lazarus dari kematian melalui berbicara kepadanya, berseru kepadanya. Ini menyatakan kuasa kebangkitan Tuhan masuk ke dalam manusia, membuat manusia mendapatkan kebangkitan adalah melalui firman-Nya. Firman-Nya adalah suara-Nya. Kuasa kebangkitan-Nya tersembunyi di dalam firman-Nya, tersimpan dalam suara-Nya. Dalam firman-Nya dan suara-Nya ada kuasa kebangkitan-Nya. Firman-Nya ini, suara-Nya ini, adalah Injil, juga firman dalam Alkitab, yaitu perkataan yang Ia ucapkan sendiri. Begitu firman-Nya ini menyentuh kematian di dalam manusia, segera ada satu kekuatan hayat, kekuatan kebangkitan, yang dapat menelan kematian orang, dan menghidupkan kembali orang. Begitu Tuhan melawat Anda, saat itu juga firman Tuhan menimpa diri Anda. Kuasa kebangkitan Tuhan berada di dalam firman-Nya. Ketika firman-Nya menimpa diri Anda, maka kuasa kebangkitan akan menghidupkan Anda.

Jangankan orang yang bukan Kristen, kita yang sebagai orang Kristen pun sering kali batin kita dihidupkan oleh firman Tuhan. Asalnya batin kita mati, karena disentuh oleh firman Tuhan, lalu hidup. Mungkin pada pagi hari berdoa, lalu firman Tuhan datang; atau ketika membaca Alkitab, ada firman Tuhan datang; atau membaca buku rohani, ada firman Tuhan datang; atau ketika mendengarkan khotbah, ada firman Tuhan datang. Sebelum firman Tuhan datang, di dalam kita tertekan, dalam keadaan mati. Begitu firman Tuhan datang, batin kita segera hidup. Firman Tuhan bisa menghidupkan kita. Asalnya batin kita mati, begitu dinyalakan oleh firman Tuhan, menjadi hidup. Firman Tuhan adalah Roh Tuhan, adalah kuasa Tuhan, begitu menyentuh kita, kita pun hidup.

Doa: “Ya Bapa, terima kasih atas firman-Mu. Firman-Mu boleh menghidupkan kami dari keadaan rohani yang mati, dari berbagai tekanan hidup. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!”

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone
Roh dan Hidup

Roh dan Hidup

Jadwal pembacaan Alkitab : 2 Samuel 16:15 – 17 dan Yohanes 6:22-71

Yohanes 6:63 “Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.”

 

Kristus berkata bahwa orang yang percaya kepada-Nya mempunyai hidup yang kekal, orang yang percaya bahwa Dia mati dan berdarah akan mendapatkan kehidupan. Mengapa begitu percaya kepada-Nya bisa mendapatkan kehidupan? Kemudian Dia berkata, “Rohlah yang memberi hidup.”Tetapi bagaimana orang bisa menjamah Roh?Bagaimana caranya Roh memberi kehidupan kepada orang? Lalu Dia melanjutkan, “Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.” Perkataan-Ku adalah roh, roh ini yang masuk ke dalam kamu adalah hidup. Kalau kamu menerima perkataan-Ku, kamu bisa menjamah Roh ini dan mendapatkan hidup. Roh yang memberi hidup kepada manusia berada di dalam perkataan Kristus. Melalui perkataan Kristus dijamah oleh orang, orang mendapatkan diri Kristus.

Mengapa perkataan Kristus adalah roh dan kehidupan? Karena Kristus adalah Allah, dan Allah adalah Roh, juga kehidupan. Yohanes 1:1 mengatakan, “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.”1:14 mengatakan juga, “Firman itu telah menjadi manusia.” Firman yang telah menjadi manusia ini adalah Kristus. Karena Kristus adalah Firman Allah yang menjadi manusia, juga adalah Allah yang menjadi manusia; karena Allah telah menjadi manusia, artinya Roh telah menjadi manusia, berarti juga Sang Hidup telah menjadi manusia. Sebab itu, dalam manusia ini adalah Allah, Roh, juga Sang Hidup. Dengan demikian, perkataan yang Ia ucapkan tentunya adalah roh, adalah hayat.

Firman-Nya adalah roh, adalah kehidupan. Asal Anda memegang firman-Nya, maka Roh-Nya, kehidupan-Nya, menjadi milik Anda.Begitu Anda percaya firman-Nya, Anda mendapatkan Roh-Nya dan kehidupan-Nya. Roh-Nya yang memberi hidup.

Doa: “Ya Allah, terima kasih atas firman-Mu. Terima kasih Bapa, Dikau adalah Roh dan hidup. Di dalam diri-Mu, kami boleh mendapatkan Roh-Mu dan kehidupan-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!”

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Latihlah Dirimu Beribadah

Jadwal pembacaan Alkitab : Yer. 4-5 dan 1 Tim. 4.

1 Tim. 4:8 “Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.”

Dalam teks Yunani dari Perjanjian Baru, kata untuk “latihan” adalah sama dengan kata dalam bahasa Inggris “gymnastics.” Pada hari-hari ketika Rasul Paulus menulis surat-surat kiriman rasul, latihan-latihan senam sedang dipraktekkan oleh orang-orang Yunani. Oleh karena itu, latar belakang sejarah kata yang digunakan oleh Paulus merupakan latihan senam secara badani. Bahkan hari ini, orang-orang sedang mempelajari terus-menerus bagaimana untuk melatih tubuh mereka untuk kesehatan fisik mereka. Namun, Rasul Paulus menggunakan kata ini untuk menekankan perlunya jenis latihan yang lain yang tidak berhubungan dengan tubuh fisik. Latihan senam (gymnastic) semacam ini berhubungan dengan perkara ibadah secara pribadi.

Mungkin beberapa saudara telah melatih atau latihan senam tiap hari bagi tubuh kita. Jadi, hal ini baik, karena Paulus telah mengatakan bahwa latihan badani terbatas gunanya. Latihan badani itu baik, tetapi hanya untuk suatu tingkat tertentu saja. Namun, Paulus menggambarkan jenis latihan senam lainnya yang baik untuk selamanya—baik untuk hari ini maupun untuk kekekalan! Dia mengatakan bahwa jenis latihan senam yang kedua ini memberikan kita keuntungan bagi hidup hari ini dan bagi hidup dalam kekekalan. Oleh karena itu, kita seharusnya lebih memperhatikan latihan senam (gymnastic) yang lain ini, latihan roh kita.

Kita harus mengetahui bagaimana melatih roh kita untuk berkontak dengan Tuhan. Untuk melatih roh kita, kita harus menjaga hati nurani kita melalui menerapkan pembasuhan darah. Jalan untuk melatih roh kita adalah melalui berdoa. berseru kepada nama Tuhan terus-menerus, dan menerima perawatan dari firman melalui doa-baca. Lalu di dalam ibadah-ibadah gereja, kita perlu melatih roh kita dengan berdoa, memuji, atau berbicara bagi Tuhan.

Doa: “Ya Bapa, mohon belas kasihan-Mu membawa kami menjadi orang yang giat melatih diri beribadah. Ajarilah kami bagaimana melatih roh kami untuk berkontak dengan-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!”

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone