AKU AKAN MEMBERI KELEGAAN

AKU AKAN MEMBERI KELEGAAN

Firman Tuhan dalam Matius 11:28 berkata, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”

Tuhan seolah-olah berkata, “Kamu semua yang bekerja dan menanggung beban berat, datanglah kepada-Ku dan mengaso. Kamu semua orang beragama dan kamu semua orang duniawi yang bekerja dan berbeban berat, datanglah kepada-Ku dan Aku akan memberikan kelegaan.” Perkataan yang alangkah penuh karunia! Bekerja yang disebutkan dalam ayat 28 tidak saja ditujukan kepada pekerjaan untuk berjuang memelihara perintah-perintah hukum Taurat dan peraturan-peraturan agama, tetapi juga ditujukan kepada segala macam upaya untuk mencapai sukses dalam pekerjaan apa pun. Mengaso berarti tidak saja dibebaskan dari pekerjaan dan beban di bawah hukum Taurat dan agama, atau di bawah pekerjaan serta tanggung jawab apa pun, tetapi juga berarti beroleh damai yang sempurna dan kepuasan penuh.

Apakah Anda merasa banyak perkara membuat Anda khawatir? Atau banyak tanggungan yang tidak mampu Anda pikul? Mungkin pula Anda menderita susah karena kegagalan? Tuhan mengundang Anda. Anda boleh datang kepada-Nya untuk menerima kelegaan. Sayang, banyak orang Kristen hidup tanpa kelegaan. Mereka terlalu sering merasa tidak puas, selalu bersungut-sungut. Salah satu sebabnya ialah mereka belum berhasil mendapatkan apa yang mereka inginkan. Tetapi Tuhan menunjukkan kepada kita, syarat memperoleh kelegaan adalah lemah lembut. Ketika jalan dan tujuan kita berselisih dengan jalan dan tujuan Allah, baiklah kita berbalik untuk menerima jalan-Nya. Tanpa hati yang lembut, orang tidak akan memperoleh kelegaan. Lemah lembut adalah syarat pertama untuk memperoleh kelegaan.

Doa: “Ya Allah Bapa kami, terima kasih atas firman-Mu. Mohon Tuhan berkati kami yang mengalami kesulitan dan beban berat beroleh kelegaan di dalam Kristus. Kami mau datang kepada-Mu. Terima kasih Tuhan Yesus. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!”

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone
BELAS KASIHAN TUHAN

BELAS KASIHAN TUHAN

Firman Tuhan dalam Matius 12:20 berkata, “Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang.”

Orang-orang Yahudi biasa membuat suling dari buluh. Bila buluh itu sudah terkulai, mereka mematahkannya. Mereka juga membuat obor dari sumbu, yang menyala karena minyak. Bila minyaknya habis, sumbu itu akan berasap dan mereka memadamkannya. Sebagian umat Tuhan seperti buluh yang terkulai, yang tidak dapat mengeluarkan suara musik; yang lain seperti sumbu yang berasap, yang tidak dapat menghasilkan terang yang bersinar. Namun Tuhan tidak akan mematahkan buluh yang terkulai atau memadamkan sumbu yang berasap. Meskipun Tuhan ditolak, Dia masih penuh belaskasihan. Bahkan kepada mereka yang menjadi buluh yang terkulai, tidak akan Dia patahkan, dan kepada mereka yang menjadi sumbu yang berasap, tidak akan Dia padamkan. Sebaliknya, Dia tetap membuka pintu belaskasihan dan kasih karunia-Nya bagi mereka.

Di antara mereka yang percaya pada Tuhan Yesus hari ini, banyak yang menjadi buluh yang patah terkulai sehinga tidak lagi mengeluarkan suara musik. Aturannya, buluh yang patah terkulai seharusnya dipatahkan dan dibuang. Tetapi Kristus tidak akan melakukan hal ini. Lagi pula, banyak kaum beriman-Nya yang tidak lagi bersinar terang. Aturannya, Dia seharusnya memadamkan mereka semua dan membuang mereka. Tetapi Dia tidak akan melakukan hal ini. Sebaliknya, sebagai Hamba TUHAN yang penuh belaskasihan, Dia akan memakai beberapa di antara mereka yang sebagai buluh yang patah terkulai dan sumbu yang berasap itu. Dia akan menyempurnakan mereka sehingga mereka dapat menjadi sangat berguna dalam tangan-Nya.

Doa: “Ya Allah Bapa kami, terima kasih atas firman-Mu. Mohon Tuhan berikan kekuatan-Mu kepada kami yang lemah agar kami mengalami penguatan dan bangkit melayani Tuhan, dipakai oleh Tuhan menjadi saluran berkat. Terima kasih Tuhan Yesus. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!”

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone
NELAYAN DAN AHLI TAURAT

NELAYAN DAN AHLI TAURAT

Firman Tuhan dalam Matius 13:52 berkata, “Maka berkatalah Yesus kepada mereka: “Karena itu setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran dari hal Kerajaan Sorga itu seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya.”

Tuhan mengharapkan bahwa di antara para pendengar-Nya ada ahli Taurat, bukan semuanya nelayan, seperti Petrus, Yohanes, Yakobus, dan Andreas. Tuhan Yesus itu bijaksana. Pada peralihan ekonomi baru, Ia harus pergi ke Galilea untuk mencari nelayan yang tak terpelajar. Tetapi setelah terjadi perubahan, perlulah orang-orang yang terpelajar untuk melaksanakan semua misteri itu. Paulus, bukan seorang nelayan Galilea, ia seorang ahli Taurat yang kemudian telah menerima pelayanan kerajaan. Itulah sebabnya ia memiliki perbendaharaan yang berlimpah, harta kekayaan yang banyak.

Gereja Tuhan tidak saja memerlukan orang Galilea yang tidak terpelajar, tetapi juga ahli Taurat. Tuhan seolah-olah berkata, “Kamu nelayan Galilea harus mendengarkan ini. Kamu kurang cakap melaksanakan isi dari Perjanjian Baru Allah. Aku dapat memakai kamu untuk membuat perubahan, tetapi setelah ada perubahan, kamu kurang cakap. Aku memerlukan beberapa ahli Taurat. Aku memerlukan seorang seperti Saulus dari Tarsus yang belajar di bawah Gamaliel.” Dalam hal ini kita nampak hikmat Tuhan.

Hai orang-orang muda, Anda perlu kuliah di perguruan yang terbaik untuk memperoleh gelar. Kemudian Anda menjadi terpelajar. Hari ini Tuhan tidak saja memerlukan nelayan orang Galilea untuk membuat perubahan, Dia pun memerlukan ahli Taurat. Kita berharap sebagian dari kaum muda akan menjadi ahli-ahli Taurat. Bagi pergerakan Tuhan hari ini kita perlu “nelayan-nelayan” maupun “ahli-ahli Taurat”.

Doa: “Ya Allah Bapa kami, terima kasih atas firman-Mu. Mohon Tuhan memberi kami tekad dan kesungguhan untuk bertekun dalam kebenaran firman Tuhan agar kami didapat oleh kebenaran dan dapat memotong dengan lurus kebenaran. Terima kasih Tuhan Yesus. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!”

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone
Hati-Hati dalam Berbicara

Hati-Hati dalam Berbicara

Firman Tuhan dalam Matius 12:36 berkata, “Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggung-jawabkannya pada hari penghakiman.”

Kita harus mengetahui bahwa perkataan sia-sia yang diucapkan orang Kristen tidak saja diucapkan sekali, tetapi akan diucapkan dua kali. Hari ini diucapkan dengan sembarangan, kelak harus diucapkan sekali lagi, yakni seluruhnya harus dikatakan sekali lagi. Setiap kata sia-sia itu harus dipertanggung-jawabkan. Ketika Anda mengucapkan untuk kedua kalinya, Anda akan dibenarkan menurut ucapan Anda, jika tidak, Anda akan dihukum menurut ucapan Anda. Setiap perkataan sia-sia yang diucapkan harus dipertanggungjawabkan pada hari penghakiman. Karena itu, kiranya anak-anak Allah mau belajar menjadi orang yang takwa kepada Allah. Harus belajar menolak segala tutur kata yang tidak tepat, dan belajar mengucapkan perkataan yang tepat. Setiap perkataan yang tidak ada sangkut pautnya denganku, tidak berfaedah bagiku, dan tidak berfaedah bagi orang lain, tidak perlu diucapkan.

Dengan melihat mulut seseorang saja sudah dapat diketahui apakah ia di hadapan Allah sudah ditanggulangi atau belum. Bila seseorang telah menerima penanggulangan Allah, mulutnya pasti telah ditanggulangi. Orang yang berdusta, yang mengucapkan perkataan sia-sia, dan yang berbicara sembrono di hadapan Allah tidak akan banyak gunanya, ia hanya layak menantikan hukuman saja. Karena itu kita wajib mempelajari pelajaran ini sejak awal. Orang yang mengucapkan kata-kata kotor, pasti ia sendiri adalah orang yang kotor. Orang yang mengucapkan kata-kata yang bejat, pasti ia sendiri adalah orang yang bejat. Orang yang mengucapkan perkataan macam apa, pasti ia sendiri adalah orang semacam itu. Melihat buahnya akan dikenal pohonnya, mendengar tutur katanya akan dikenal orangnya.

Doa: “Ya Allah Bapa kami, terima kasih atas firman-Mu. Mohon Tuhan berikan di tengah-tengah kami ada atmosfir yang sehat di mana kami dapat saling memberkati, saling menasihati, dan saling membangun satu sama lain. Terima kasih Tuhan Yesus. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!”

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone