Tanda – tanda dan mujizat

Jadwal pembacaan Alkitab : Mikha 1 – 5:1 dan Wahyu 13:1-18.

 

Wahyu 13:13 ,Dan ia mengadakan tanda-tanda yang dahsyat, bahkan ia menurunkan api dari langit ke bumi di depan mata semua orang.”

 

Jangan sekali-kali menganggap semua tanda-tanda ajaib, penglihatan, dan mimpi itu pasti baik. Kita harus waspada. Banyak penglihatan dan mimpi tidak berasal dari Allah. Itu bukan hanya tidak patut kita terima, malah harus kita tolak mentah-mentah. Dengan demikian baru kita tidak akan tertipu. Ada orang yang karena syarafnya tidak normal, atau karena telah tertipu oleh roh jahat, bahkan terasuk oleh roh jahat, maka dalam pikirannya timbul khayalan-khayalan. Orang-orang yang demikian kebanyakan menjadi orang-orang yang sangat sombong dan sangat subyektif. Mereka selalu menganggap dirinya nabi atau rasul besar yang diutus Allah. Setiap orang yang tertipu oleh roh jahat adalah orang yang paling percaya diri, ia tidak mudah menerima nasihat orang lain, dan tidak mudah menerima perasaan anak-anak Allah lainnya.

Karena dalam melakukan tanda-tanda ajaib, penglihatan atau mimpi itu terkandung unsur-unsur yang supranatural, maka ia dapat menarik kaum saleh yang bodoh, hijau, dan yang senang akan perkara-perkara ganjil. Mereka menganggap dirinya nabi besar, rasul besar utusan Allah, sedangkan kaum saleh yang masih hijau juga mengira mereka benar-benar nabi besar dan rasul besar; bahkan banyak orang datang menanyakan sesuatu kepada mereka, sama seperti orang bertanya kepada Allah. Ini sama sekali tidak sesuai dengan Alkitab.

Alkitab menerangkan kepada kita bahwa dalam Perjanjian Baru hanya ada nabi gereja. Allah selamanya tidak pernah mengizinkan anak-anak-Nya menjadi nabi secara perorangan. Dalam Perjanjian Baru, Allah tidak mengizinkan siapa pun menjadi nabi bagi anak-anak-Nya secara perorangan, yang mewakili orang lain mengetahui kehendak Allah. Kiranya Tuhan memberi daya pembeda kepada kita terhadap perkara-perkara yang aneh-aneh, sehingga kita tidak tertipu.

 

Doa: “Ya Bapa, belas kasihanilah kami supaya kami memiliki daya pembeda, dapat membedakan manakah kehendak Allah dan yang bukan, sehingga kami tidak tertipu oleh nabi palsu. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!“

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Leave a reply