Tentang tanda ajaib

Tentang tanda ajaib

Jadwal pembacaan Alkitab : Nehemia 12:27 – 13:23 dan Kisah para rasul 28:1-15.

Kisah para rasul 28:5 , “Tetapi Paulus mengibaskan ular itu ke dalam api, dan ia sama sekali tidak menderita sesuatu.

 

Ketika Paulus di pulau Malta, ia pernah digigit ular berbisa. Tetapi Paulus mengibaskan ular itu ke dalam api (Kis. 28:3-5). Anda dapat nampak bagaimana tanda ajaib telah terjadi pada hari itu di atas diri Paulus. Paulus tidak berkata kepada orang-orang Malta, “Mari lihat, aku akan menyatakan suatu tanda ajaib yang besar.” Tidak. Ia hanya dengan diam-diam mengibaskan ular berbisa itu ke dalam api. Sedikit pun ia tidak menggembar-gemborkan perbuatannya itu. Hanya orang-orang yang tidak mengenal Allah baru menggembar-gemborkan tanda ajaib.

Banyak tanda ajaib yang terjadi di atas diri Paulus, namun Paulus mengatakan, bahwa ia “lemah, sangat takut dan gentar” (1 Kor. 2:3).  Allah mau bekerja melalui manusia, namun Ia tidak menghendaki manusia merasa bahwa dirinya bisa berbuat sesuatu. Orang yang tidak mengenal Allah baru mengatakan bahwa ia dapat melakukan perkara ini dan dapat melakukan itu. Orang yang benar-benar mengenal Allah hanya akan mengatakan, “Aku tidak tahu aku bisa berbuat apa.” Orang yang benar-benar dapat dipakai Allah tidak merasa dirinya bisa melakukan ini atau melakukan itu, ia hanya dengan wajar melakukannya. Oh, syukur kepada Allah! Kuasa-Nya begitu besar sehingga perkara apa saja dapat dilakukan-Nya sendiri. Kita tidak perlu melakukan apa-apa.

Semakin lama kita menjadi orang Kristen, kita akan makin menjadi sederhana. Siapa yang menjadi rumit atau ruwet, ia pasti berpenyakit rohani. Kita hidup di hadapan Allah, sehari lewat sehari, kita akan menjadi makin sederhana, akhirnya kita akan berkata dari dalam hati, “Allahlah segala-galanya, bukan aku.” Saudara saudari, jika Anda benar-benar mengenal Allah, pasti perbuatan dan pekerjaan-Nya akan ternyata dengan sendirinya di atas diri Anda.

 

Doa: “Ya Bapa, sembuhkanlah kami dari penyakit rohani, jadikanlah kami sederhana. Rahmati diri kami agar dapat mengenal Allah. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin!“

Image Courtesy Google

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on StumbleUponShare on TumblrEmail this to someone

Leave a reply